Work

5 Profesi Zaman Now yang Sedang Laris Manis

Generasi X bisa dibilang sebagai generasi yang mengalami transisi dua zaman yang sangat berbeda. 20 tahun yang lalu generasi ini masih harus mengantre di telepon umum untuk sekadar menyapa kekasih karena telepon seluler masih tergolong barang mahal. 20 tahun yang lalu lowongan pekerjaan yang menghiasi surat kabar pun masih hanya berkutat seputar pekerjaan yang bersifat administratif.

Namun zaman berganti, millennial pun mengambil alih. Teknologi semakin membumi mengiringi profesi-profesi baru yang kian bermunculan. Sebagian bahkan terdengar sangat asing di telinga generasi X. Social media specialist, front-end developer, digital marketing, fraud specialist, SEO analyst adalah sederet profesi yang tak pernah terbayangkan pada 20 tahun silam.

Profesi lama juga kian tergeser. Loan officer, teller bank, dan kasir diprediksi akan tak lagi berjaya seperti pada masanya menurut laporan Warta Ekonomi. Pemohon kredit kini bisa mengakses pinjaman langsung dari gawainya. Proses pun cepat dan tak berbelit-belit. Begitu juga transfer uang tak lagi harus antre di bank karena internet banking kini mengambil alih.

Detik Finance memprediksi bahwa 56 persen orang di dunia akan kehilangan pekerjaan mereka karena lajunya teknologi yang tak terbendung. Mengutip kajian dari International Labour Organization, kondisi ini akan berlangsung secara bertahap hingga sekitar 20 tahun ke depan.


Mungkin Penting Buat Kamu:


Buat kamu yang sekarang lagi rajin apply lowongan pekerjaan, berikut adalah profesi-profesi yang saat ini sedang banyak dicari perusahaan. Gajinya pun tak kecil!

SEO Analyst

Pada 2016 tercatat sebanyak 2 triliun orang menggunakan Google Search per tahun. Bisa dibayangkan bagaimana penyedia data dan informasi saling berlomba-lomba untuk menjadi yang teratas atau minimal muncul di halaman pertama Google. Itu belum termasuk mesin pencari yang lain, seperti Bing dan Yahoo. Untuk bisa terindeks mesin pencari keahlian SEO (Search Engine Optimization) sangat diperlukan. Uniknya, ilmu SEO ini tak bisa dipatok dengan rumus abadi, karena algoritma mesin pencari cenderung berubah secara berkala sesuai dengan kebutuhan dan kondisi.

setiapsen.com/Foto: Shutterstock

Social Media Specialist

Banyak perusahaan atau jajaran manajemen yang salah kaprah dengan profesi yang satu ini. Social Media Specialist kerap dianggap sebagai profesi pelengkap, tidak perlu ditangani profesional dan admin-nya dianggap sebagai warga kelas dua di kantor. Tak perlu skill khusus, dan cenderung diberikan pada fresh graduate atau karyawan magang. Biasanya Social Media Specialist hanya diberi dua tugas, yaitu posting konten dan nambah follower tiap minggu atau bulan.

Padahal seorang Social Media Specialist seharusnya menguasai tools untuk menganalisa data di tiap-tiap platform, mampu membuat konsep konten, mengerti audience behaviour sehingga tahu cara berkomunikasi kepada target audience,target market dan potential market. Sayangnya hingga saat ini banyak para manajer yang menganggap Social Media Specialist hanya sebagai mesin penambah follower belaka.

Food stylist

Percaya nggak kalau menata makanan bisa mendatangkan uang? Dulu profesi ini mungkin hanya terbatas peminatnya dan dianggap nggak keren. Kini dengan semakin suburnya media sosial, tren foodie yang semakin meluas, dan digital marketing yang terus berkembang, profesi ini pun semakin dicari. Dan karena jumlah food stylist-pun tak banyak, tarifnya pun juga melambung untuk satu kali proyek.

Digital Marketing

Seorang Digital Marketer dituntut untuk selalu update dengan semua tren digital yang berubah cepat. Profesi ini juga akrab dengan intrik-intrik bermain dengan SEO, strategi media sosial, dan konten kreatif untuk kanal digital. Bisa dibilang seorang Digital Marketer adalah nahkoda yang mengatur arus digital di sebuah perusahaan.

Sangat berbahaya untuk menyepelekan profesi krusial ini di era digital. Perusahaan-perusahaan media besar yang dulu sempat berjaya dengan media cetak, faktanya pernah harus menutup sebagian produk majalahnya. Petaka ini disinyalir karena tak sedikit dari perusahaan-perusahaan tersebut yang ogah berubah dan menganggap remeh dunia marketing digital.

Animator

Jangan membayangkan animator hanya sebatas pembuat film animasi. Dengan berkembangnya teknologi di semua lini, animator banyak dibutuhkan untuk banyak hal, seperti untuk mendukung teknologi virtual reality dan augmented reality. Animator juga banyak digunakan sebagai pembuat konten materi pemasaran sebuah produk, atau konten dari sebuah media.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close