Investasi

7 Barokah Ini Bisa Bikin Kamu Betah Mendekap Sukri

Sukri bukanlah pelesetan dari merek kacang atom. Bukan pula nama orang. Sukri alias sukuk ritel, yang nama resminya Sukuk Negara Ritel. Ini merupakan surat berharga yang diterbitkan oleh Pemerintah Republik Indonesia.

Sebagai produk surat berharga, Sukri masih serumpun dengan Surat Utang Negara (SUN) dan Obligasi Negara Retail (ORI). Yang membedakan, Sukri menganut prinsip-prinsip syariah. Lebih lanjut kamu bisa membaca tautan ini.

Ilutrasi investasi, keuangan, saham, reksadana, fintech/setiapsen.com
Setiapsen.com/Foto: Shutterstock

Penerapan prinsip-prinsip syariah pada Sukri dijamin oleh Fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI) Nomor 32/DSN-MUI/IX/2002 tentang Obligasi Syariah.

Karena telah mendapat jaminan syariah dari MUI, investasi ini pasti mendatangkan berkah atau barokah. Setiapsen.com mencoba merangkumnya untuk kamu.

  1. Bebas Maghrib

Maghrib di sini, maksudnya adalah masir, gharar dan riba. Tiga hal itu termasuk dalam kategori haram. Fatwa DSN-MUI menyebut, obligasi yang tidak dibenarkan berdasarkan syariah adalah yang bersifat utang dengan kewajiban membayar beralaskan bunga.

Sedang obligasi syariah menurut DSN-MUI ialah surat berharga jangka panjang yang dikeluarkan emiten ke pemegang obligasi syariah. Lalu, penerbit wajib memberikan bagi hasil sekaligus dana obligasi syariah sesuai kesepakatan setelah jatuh tempo.

Jadi, Sukri jauh dari tiga sifat yang diharamkan dalam Islam.

2. Khusus WNI

Dari namanya, sudah Indonesia banget: Sukri. Maka tidak heran kalau pemerintah hanya menjual Sukri kepada individu warga negara Indonesia (WNI) melalui agen penjual.

Ini artinya Sukri hanya dijajakan ke perorangan. Investor institusi, apalagi asing, haram membeli Sukri di pasar perdana.

3. Cukup Rp5 Juta

Sukri ini sangat cocok, untuk kita-kita yang belum berkantong tebal. Kita bisa miliki Sukri hanya dengan modal Rp5 juta. Namun, bagi yang berkantong tebal, tidak bisa semena-mena. Karena, pembelian maksimal dibatasi Rp5 miliar.

4. Imbal-Hasil Besar

Besaran imbalan masing-masing seri sukri umumnya berbeda. Tingkat imbalan biasanya diumumkan saat membuka masa penawaran. Namun, imbalan Sukri biasanya lebih tinggi dibanding rata-rata bunga deposito.

Sukri alias Sukuk Negara Ritel. (Setiapsen.com/Foto: Kementerian Keuangan)
Sukri alias Sukuk Negara Ritel. (Setiapsen.com/Foto: Kementerian Keuangan)

5. Dana Investasi Dikembalikan Full

Berbeda dengan instrumen lainnya, nilai jatuh tempo (maturity value) tetap sama. Yakni sesuai nilai nominalnya.

Lihat, contoh yang diberikan Kementerian Keuangan ini. Investor A membeli Sukuk Ritel di pasar perdana sebesar Rp70 juta, dengan tingkat imbalan 7% per tahun. Jika Sukuk Ritel tersebut tidak dijual sampai dengan jatuh tempo, maka hasil yang diperoleh adalah:

  • Imbalan = (Rp70.000.000 x 7% x 1/12)= Rp408.333 (diterima setiap bulan sampai dengan jatuh tempo).
  • Nilai Nominal = Pada saat jatuh tempo, investor A menerima kembali nilai nominal Sukuk Ritel sebesar Rp70 juta.

6. Mudah Didapatkan

Tidak sulit untuk memiliki Sukri. Kita cukup membawa kartu tanda penduduk (KTP) dan mendatangi agen penjual yang sudah ditunjuk pemerintah. Biasanya, bank-bank besar menjadi agen penjual Sukri.

Caranya, kita cukup mendatangi agen penjual. Lalu membuka rekening surat berharga (kalau sudah pernah, tidak perlu). Kemudian, isi dan tandatangani formulir pemesanan.

7. Likuid

Instrumen investasi ini tergolong likuid alias mudah dicairkan. Sebab, Sukri juga diperdagangkan di pasar sekunder. Ini artinya kapan saja kita memerlukan dana tunai, Sukri bisa kita limpahkan ke investor lainnya.

Cuma memang, dari pengalaman sebelumnya, sulit untuk mendapatkan sukri di pasar sekunder. Alasannya, banyak masyarakat yang terus mendekap sukri hingga jatuh tempo yang biasanya tiga tahun.

Jadi, kalau mau membeli sukri di pasar perdana, Anda harus sabar menunggu sampai tahun depan.

Mungkin Penting Buat Kamu:

Benarkah Pakai Uang Tunai Bisa Bikin Irit?
Presdir CekAja.com Bicara Tantangan dan Peluang Inklusi Keuangan Indonesia
Untung Rugi Freelancer dan Kerja Kantoran. Pilih Mana?
Jurus Jitu Kenali Investasi Bodong

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close