Save

7 Kesalahan Cara Pakai Kartu Kredit yang Bikin Kamu Bokek

Mengelola kartu kredit memang gampang-gampang susah. Bisa jadi menguntungkan kalau kamu bijak dalam menggunakanannya dan mampu mengoptimalkan benefit yang ada di dalamnya. Namun bisa jadi prahara kalau kamu tidak mampu mengendalikan “kesaktian” kartu tersebut.

Dilema ini yang mungkin menjadikan kartu kredit di Indonesia masih tak terlalu banyak digunakan orang. Seperti yang dikutip dari reportase Pikiran Rakyat, tahun 2017 pengguna kartu kredit di Indonesia masih sekitar 17 juta orang dari total 250 juta penduduk. Ini artinya tingkat pengguna masih di bawah 10 persen dari seluruh penduduk.

Dari tingkat kepemilikan yang rendah, transaksi kartu kredit pun ternyata ikut terpuruk. Bank Indonesia melalui CNBC Indonesia melaporkan data di 2018 bahwa pada Februari transaksi kartu kredit mengalami penurunan sebesar  17 persen dari Januari di tahun yang sama.  Laporan itu juga menyebutkan bahwa pemicu turunnya transaksi kartu kredit adalah akibat menurun drastisnya transaksi untuk belanja.


Mungkin Penting Buat Kamu:


Saat ini memang teknologi transaksi pembayaran sedang subur berkembang. Selain kartu kredit, banyak orang yang mulai beralih ke tekfin. Namun kartu kredit masih menjadi salah satu bagian terbesar dalam kehidupan anggaran kita. Nah kalau kamu merasa keuangan kamu sedang sulit gara-gara kartu kredit, mungkin beberapa hal ini adalah penyebabnya:

Salah pilih kartu

Setiap kartu kredit pasti punya benefit tersendiri sesuai dengan market yang dituju. Kalau kamu suka traveling, sebaiknya memilih kartu kredit yang memang dirancang untuk kebutuhan traveler yang menawarkan banyak diskon untuk pembelian tiket pesawat dan reservasi akomodasi. Nah, kalau kamu termasuk shopaholic akut, ajukan permohonan untuk kartu kredit yang memang dibuat untuk kamu yang doyan belanja. Jadi tersedia banyak fitur menguntungkan, seperti cashbak dan bonus lainnya. Pikirkan juga ketika kamu ditawarkan jenis kartu berdasarkan tingkatannya, seperti silver, gold atau platinum. Memang masing-masing kartu tersebut memiliki benefit berbeda, namun biaya yang dikenakan tentu berbeda juga.

Bohong soal penghasilan

Kalau nanti ada orang dari bank X telepon, tolong bilang ya gaji aku sekian” Pernah nggak kamu mengalami hal ini atau bahkan kamu sendiri yang melakukan hal ini? Besar kecilnya pendapatan rutin memang termasuk faktor yang menentukan apakah kartu kredit kamu disetujui atau tidak, namun kamu harus pahami bahayanya memanipulasi data pendapatan seperti itu. Karena dengan begitu, maka limit transaksi kartu kredit yang diberikan pun bisa berbeda dan itu beresiko kamu bakal kalap  belanja dan akibatnya kesulitan membayar cicilan. Perlu kamu ingat kalau pemakaian kartu kamu sudah melampaui 80 persen limit, maka kamu harus waspada.

Terlambat bayar tagihan

Memang terkesan masalah sepele, tapi sebetulnya terlambat membayar tagihan bisa berakibat kamu harus membayar lebih banyak karena setiap bank penerbit kartu kredit pasti memiliki biaya keterlambatan pembayaran. Jadi pastikan kamu membayar cicilanmu tepat waktu.

Terlalu banyak kartu kredit

Ngaku deh, ada berapa kartu kredit yang kamu miliki sekarang? Alasan memiliki banyak kartu kredit biasanya adalah karena setiap kartu kredit memiliki benefit yang berbeda, jadi dalam penggunaannya bisa disesuaikan dengan kondisi. Namun kamu perlu tahu juga bahwa semakin banyak kartu kredit bisa jadi kamu sendiri yang akan pusing. Pasalnya, tanggal jatuh tempo tiap kartu itu berbeda dan semakin banyak kartu kredit yang kamu punya, semakin besar juga resiko kamu terlewat membayar salah satu tagihannya. Kalau penghasilan kamu di bawah Rp 10 juta, sebaiknya cukup satu kartu kredit saja yang kamu miliki.

setiapsen.com/foto: Shutterstock

Terlalu banyak belanja

Retail therapy memang menyenangkan ya. Tapi kamu harus ingat bahwa limit kartu kredit bukan berarti kamu harus habiskan semuanya. Apalagi kalau limitnya lebih besar dari gaji kamu. Dijamin dalam waktu dekat kamu akan mengalami kesulitan dalam anggaran keuangan kamu sendiri.

Bayar minimunm

Ini memang terlihat meringankan. Bayangkan saja kalau kamu punya tagihan Rp 1.000.000 kamu bisa bayar minimum dulu Rp 100.000. Terlihat ringan bukan? Tapi kamu harus tahu bahwa kalau kamu memayar minimum tiap bulan, maka sisa tagihan yang ada akan dikenai bunga lagi. Begitu seterusnya hingga tanpa kamu sadar, kamu harus membayar berkali-kali lipat lebih besar hanya untuk melunasi cicilan sebesar Rp 1.000.000.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close