Investasi

Agar Keuangan Bisnis Tetap Sehat

Revolusi industri jilid ke empat (4.0) membuka akses seluruh lapisan masyarakat untuk menjadi pengusaha. Berbagai ide bisnis berseliweran. Dan tak sedikit pula yang mengeksekusinya menjadi sebuah usaha rintisan.

Namun seringkali startup kehabisan tenaga bahkan sebelum sempat berkembang. Mayoritas faktor utama kegagalan usaha rintisan adalah alpa pada pengelolaan arus keuangan.

Padahal, hidup-matinya usaha sangat bergantung pada cash flow. Bisnis tidak melulu soal mengembangkan ide. Bukankah logika (gagasan) tanpa logistik itu mustahil?

Nah, supaya arus keuangan bisnis kamu tetap sehat, coba ikuti beberapa saran ini.

Perhatikan proporsi keuangan
Foto: Shutterstock

Saat kamu mendirikan bisnis, hal yang perlu dicermati adalah menentukan jumlah persentase yang akan kamu keluarkan pada setiap bagian usaha. Supaya pengeluaran lebih efisien dan terkontrol, pertimbangkan berapa anggaran yang diserap untuk kebutuhan produksi, marketing, distribusi dan sebagainya.

Rata-rata perusahaan membutuhkan proporsi lebih besar dalam pengeluaran untuk proses produksi dan gaji karyawan (fix cost). Jangan sampai proporsi pengeluaran anggaran dialihkan ke unit yang tidak membutuhkan dana yang banyak.

Evaluasi pengeluaran secara rutin
Foto: Shutterstock

Supaya tidak terjadi pemborosan, ada baiknya secara berkala memeriksa arus kas keuangan kamu. Bisa setiap semester atau tiap kuartal. Dengan pemeriksaan pengeluaran secara berkala, pengeluaran dan pemasukan keuangan perusahaan dapat dipantau dengan mudah.

Dengan begitu, setiap periode dapat diambil kesimpulan dan dievaluasi seberapa besar peningkatan atau bahkan penurunan tiap periode.

Evaluasi pengeluaran ini sangat berperan penting dalam menjaga arus kas keuangan agar tetap sehat dan bisa mengontrol hal-hal penting dan kurang penting untuk diberikan pendanaan dari perusahaan. Dari hulu hingga hilirnya, mulai dari proses produksi hingga distribusinya.

Pisahkan uang pribadi dan bisnis
Foto: Shutterstock

Jika kamu memulai sebuah usaha, pastikanlah memiliki rekening khusus untuk menyimpan uang usaha. Mencampur dana pribadi dengan dana usaha sangat rentan dengan pemborosan. Misalnya, laba usaha yang seharusnya untuk memutar modal usaha (investasi) justru dipakai untuk belanja keperluan pribadi.

Nah, sebelum melangkah lebih jauh, pastikan kamu punya rekening khusus untuk usaha. Jika sudah terlanjur dicampur karena hanya ada satu rekening, sebaiknya segera buat rekening lagi.

Meningkatkan keuntungan
Foto: Shutterstock

Tidak hanya untuk perusahaan rintisan, bagi perusahaan yang sudah lama berdiri pun keuntungan merupakan suatu hal penting yang harus diraih. Semakin besar keuntungan yang diraih maka semakin baik pula status sebuah perusahaan.

Hal ini karena keuntungan tersebut bisa digunakan untuk membayar kewajiban-kewajiban perusahaan, misalnya pajak. Oleh sebab itu, perluaslah jangkauan perusahaan atau usaha untuk memperoleh keuntungan yang lebih banyak.

Semakin banyak cabang yang kamu miliki, makin besar pula potensi usaha untuk maju. Akan tetapi, perlu untuk diperhatikan perihal lokasi cabang yang kamu pilih. Pastikan lokasinya strategis.

Bijak dalam mengalokasikan profit

Alokasikan keuntungan kamu dengan tepat. Jangan hanya menimbun keuntungan tersebut di rekening tabungan perusahaan. Putar keuntungan itu untuk pengembangan bisnis berikutnya. Seperti, menambah dana produksi, distribusi dan sebagainya. Bisa juga lewat profit tesebut diputar untuk investasi yang lain.

Kelola utang
Foto: Shutterstock

Utang untuk berbisnis boleh-boleh saja. Bahkan sangat disarankan. Namun, jangan buru-buru memutuskan untuk berutang. Bukankah memulai bisnis tanpa utang bisa menghasilkan keuntungan yang lumayan.

Jika utang tidak menghantui kamu sejak awal, dapat dipastikan hasil keuntungan tersebut bisa digunakan untuk kepentingan yang lain. Oleh karena itu, belajarlah menjadi bijak dalam mengelola keuangan.

Guanakanlah uang yang ada untuk pengembangan usaha. Jangan terlalu berambisi untuk mendongkrak bisnis sementara pondasi keuangan kamu belum memadai.

Tags

Related Articles

One Comment

  1. Meskipun belum memiliki bisnis, namun artikel ini sangat menambah pengetahuan pengelolaan keuangan bisnis, sehingga jika nanti saya terjun kedalam bisnis sendiri, saya tahu bagaimana langkah pengelolaan keuangan bisnis.

    IG & Twitter : ZhafiraNZ

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close