Investasi

Biaya-biaya Reksa Dana yang Wajib Kamu Ketahui

Reksa dana saat ini mulai banyak dilirik investor pemula. Selain risiko yang relatif aman, reksa dana juga mudah didapatkan. Bahkan beberapa e-commerce telah menyediakan reksa dana hanya dengan harga Rp10.000.

Menurut Undang-Undang Pasar Modal Nomor 8 Tahun 1995, reksa dana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh MI.

Portofolio efek itu misalnya kumpulan surat berharga seperti saham, obligasi, deposito, atau lainnya. Jenis reksa dana ada banyak. Kamu bisa melihatnya di ulasan Setiap Sen sebelumnya di sini.

Ilustrasi nilai rupiah, investasi, emas/setiapsen/Foto: Shutterstock
Foto: Shutterstock

Biaya Reksa Dana

Kali ini, kita akan membahas biaya yang ada dalam transaksi reksa dana. Tulisan ini disarikan dari paparan Rudiyanto. Dia merupakan Direktur Panin Asset Management.

Singkatnya, biaya dalam reksa dana dibagi menjadi tiga kategori. Pembagian berdasarkan pihak yang membayar. Yaitu, biaya yang ditanggung manajer investasi, ditanggung oleh reksa dana, dan terakhir ditanggung oleh investor.

Manajer investasi

Biaya yang menjadi beban manajer investasi antara lain untuk membayar konsultan hukum. Juga untuk biaya publikasi prospektus awal dan formulir transaksi.

Prospektus awal merupakan ikhtisar Kontrak Investasi Kolektif (KIK) antara manajer investasi dengan bank kustodian. Prospektus wajib disiarkan selambatnya 30 hari kerja setelah mendapat pernyataan efektif OJK.

Selain dua ongkos itu, manajer investasi juga harus mengeluarkan biaya operasional kantor. Mulai dari SDM hingga infrastruktur kantor pada umumnya.

Biaya ditanggung reksa dana

Rudiyanto mengibaratkan reksa dana adalah sebuah perusahaan yang 100 persen dimiliki investor. Perusahaan ini punya dua divisi. Yaitu, divisi Manajer Investasi dan Bank Kustodian.

Manajer Investasi

Biaya yang timbul di Manajer Investasi, seperti biaya transaksi perusahaan sekuritas, dan Pajak Pertambahan Nilai (PPn) atas biaya transaksi. Lalu, ada Pajak kepada bursa (Levy), Pajak atas bunga deposito, serta Pajak atas kupon dan capital gain obligasi.

Termasuk juga biaya yang sifatnya kecil tapi rutin. Seperti biaya materai, biaya pembukaan rekening bank, biaya administrasi perbankan dan biaya terkait operasional lainnya.

Bank Kustodian

Tugasnya adalah meliputi administrasi, pengamanan (safe keeping) dan distribusi informasi baik kepada investor maupun kepada media massa.

Biaya-biaya terkait pelaksanaan divisi bank kustodian ini antara lain, biaya cetak dan distribusi surat konfirmasi serta laporan bulanan. Juga biaya audit tahunan. Mereka juga punya karyawan yang harus digaji.

Ilutrasi investasi, keuangan, saham, reksadana, fintech/setiapsen.com
Setiapsen.com/Foto: Shutterstock
Biaya Ditanggung Investor

Khusus ini, kamu harus memberikan perhatian lebih. Biaya ini menjadi bebanmu selaku investor. Beberapa orang menyebut biaya ini bisa mengurangi nilai investasi dan manfaat yang diterima investor.

Dalam tulisannya “Mengenal Biaya Transaksi Reksa Dana“, Rudiyanto membagi biaya ini jadi tiga kategori. Yaitu, biaya pembelian (subscription/top up fee), biaya penjualan (redemption fee), dan biaya pengalihan (switching fee).

Berikut ini adalah contoh penghitungan masing-masing kategori. Asumsi hitungan ini dibuat oleh Rudiyanto.

Biaya pembelian

Biaya pembelian = Rp 100 juta – (Rp 100 juta / 1+2%)
                           = Rp 100 juta – Rp 98.039.215
                           = Rp 1.960.785
Perolehan unit = Rp 98.039.215 / Rp 1000
Perolehan unit = 98.039,2150 unit

(Unit perolehan reksa dana menggunakan pembulatan hingga 4 angka di belakang koma)

Biaya penjualan

Nominal Penjualan = 98.039,2150 unit x Rp 1500
Nominal Penjualan = Rp 147.058.822
Biaya penjualan = 0.5% x Rp 147.058.822
Biaya Penjualan = Rp 735.294
Perolehan nominal penjualan = Rp 147.058.822 – Rp 735.294
Perolehan nominal penjualan = Rp 146.323.528

Biaya pengalihan

Investor melakukan pengalihan sebanyak 100.000 unit dari reksa dana A ke reksa dana B. Pada saat melakukan pengalihan harga reksa dana A adalah Rp 1000 dan harga reksa dana B Rp 2000. Biaya pengalihan adalah 1%.

Penjualan reksa dana A = 100.000 unit x Rp 1000
Penjualan reksa dana A = Rp 100 juta
Biaya penjualan reksa dana A = Rp 100 juta x 1% = Rp 1 juta

(biaya pengalihan dibebankan sebagai biaya penjualan pada reksa dana sumber dana, namun ada juga yang membebankan pada reksa dana yang menjadi target pembelian)

Penjualan bersih reksa dana A = Rp 100 juta – 1 juta = Rp 99 juta
Pembelian reksa dana B = Rp 99 juta / Rp 2000
Pembelian reksa dana B = 49.500,0000 unit

Atas biaya reksa dana merupakan objek PPn sebesar 10 persen. Ada Manajer Investasi/Agen Penjual yang memasukkan unsur pajak biaya yang dikenakan, ada pula yang mengenakan kepada investor. Jika dikenakan kepada investor, maka biaya yang tadinya (misal) 1% akan menjadi 1.1% karena ditambah PPn.

Keputusan

Demikianlah jenis serta contoh penghitungan biaya reksa dana yang disarikan dari laman Reksadanauntukpemula.com. Besaran hitungan biaya tersebut tentu saja variatif. Hal ini dimaksudkan sebagai salah satu strategi agen penjual untuk menggaet investor.

Mungkin Penting Buat Kamu:

Yuk Hitung Kekayaan Bersih Kita
Cara Hidup Asyik Si Boros Duit, Mau Coba?
Biar Rekeningmu Nggak Boros, Ini Trik Khususnya

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close