Work

Influencer, Profesi Trendi Masa Kini

Mungkin masih banyak pertanyaan seputar apa sebenarnya influencer, buzzer, selebgram, youtuber atau brand ambassador? Secara garis besar, kesemuanya adalah serupa. Apa yang dilakukan influencer pada dasarnya sama dengan yang dilakukan selebgram, atau buzzer, yaitu mempopulerkan suatu produk melalui akun media sesial.

Para influencer, selain memiliki pengikut yang cukup banyak di media sosial, mereka juga punya pengaruh yang tak bisa diremehkan di kalangan pengikutnya. Sebut saja komedian Raditya Dika,  Sandra Dewi, dan Shirin A Athrus (Shireeenz)

Menjadi seorang influencer memang menggiurkan. Selain terlihat trendi dan glamor di media sosial, menjadi influencer juga dianggap tak harus menjalani rutinitas menjemukan ‘subuh ketemu malam’ layaknya orang kantoran. Namun, uang tetap mengalir, dan jumlahnya pun tak sedikit. Itu belum termasuk berbagai produk dan jalan-jalan gratis yang bisa dinikmati.

Mungkin Penting Buat Kamu:

Hasil penelusuran Tirto.id pernah menyebutkan bahwa saat ini bayaran tertinggi influencer di Indonesia masih dipegang oleh para artis, seperti pasangan Raffi Ahmad – Nagita Salavina, Ayudia Bing Slamet dan Zaskia Adya Mecca. Untuk satu kali posting di Instagram, brand  bisa merogoh kocek hingga Rp 40 juta. 

Lembaga pemasaran GetCRAFT pernah merilis laporan yang menyatakan bahwa media sosial lebih banyak dinikmati orang Indonesia daripada televisi. Dalam laporan berjudul ‘Indonesia Native Advertising and Influencer Marketing Report 2018’ itu menjelaskan bahwa orang Indonesia butuh waktu 3 jam 16 menit sehari untuk berselancar di media sosial. Sedangkan televisi hanya dinikmati selama 2 jam 23 menit.

Foto: Shutterstock

Lalu, apa saja yang harus diperhatikan untuk menjadi seorang influencer yang mumpuni? Berikut panduan sederhana yang bisa kamu ikuti:

Memilih media sosial

Dari sekian banyak platform media sosial yang menghiasi layar telepon pintar, pilih satu yang menurut kamu paling kamu kuasai atau setidaknya yang sedang populer digunakan. Bersumber dari data GetCRAFT, Instagram adalah platform paling populer digunakan influencer, diikuti dengan blog, Twitter dan YouTube.

Mungkin Penting Buat Kamu:

Buat profil yang sesuai

Ingatlah bahwa profil di media sosial adalah first impression bagi orang lain saat mereka pertama kali mengenal atau melihatmu. Manfaatkan ruang profil untuk mendeskripsikan dirimu seprofesional mungkin sebagai seorang influencer. Jangan lupa menyertakan alamat email, nomor kontak dan keterangan singkat tentang diri kamu.

Perbanyak jumlah followers

Sebuah brand tentunya tak akan sembarangan memilih influencer untuk mempromosikan produknya. Jumlah follower adalah hal mendasar yang menjadi pertimbangan. Memang tak ada takaran pasti yang membatasi berapa jumlah minimal followers untuk bisa menjadi seorang influencer. Namun TRIBE, agensi yang menghubungkan influencer dengan brand pernah menyatakan bahwa minimal dibutuhkan 3.000 followers di Facebook, Instagram atau Twitter untuk menjadi influencer.

Jangan lupa hashtag

Dengan mencantumkan hashtag, maka konten kamu akan memiliki kesempatan lebih besar untuk dilihat pengguna lainnya. Tentu saja ini akan memancing orang lain untuk me-like konten kamu dan tidak tertutup kemungkinan akan mem-follow akun kamu juga. 

Membuat blog

Yang satu ini memang tidak wajib, namun membuat blog terbukti ampuh untuk mendukung pilihanmu menjadi seorang influencer. Blog memungkinkan kamu untuk lebih leluasa berbagi cerita melalui content sharing di banyak platform media sosial. Blog juga bisa menjadi benefit tersendiri bagi para endorser karena  promosi yang kamu berikan bisa menjadi lebih maksimal. 

Mungkin Penting Buat Kamu:

Tags

Related Articles

12 Comments

  1. Tapi sayangnya beberapa influencer milenial kurang memberikan pengaruh postif, kadang saya berpikir ada baiknya jika penggunaan sosial media harus menyertakan KTP atau kartu identitas lainnya untuk pendaftaran akun. Hal ini tentu akan membuat semua pengguna socmed terutama para influencer menjadi lebih positif.

    IG & Twitter : ZhafiraNZ

  2. Saya setuju sekali kalau influencer bisa jd satu profesi yang menghasilkan. Setiap orang punya cara berbeda-beda dalam mencurahkan aspirasi dan menjadi influencer adalah media dan dapat menjadi mata pencaharian yg tak bisa dipandang remeh (IG: @lilissudyani_)

  3. Ternyata jadi influencer ga segampang yang kita kira, jepret jepret pegamg produk trus upload dapat uang. Terkadang mereka juga dikejar deadline dipaksa harus gini gitu walaupun terkadang ga sesuai mood atau style nya influencer. Yah namanya juga cari uang yah emang ga gampang harus ada yang dikorbanin mau kerja apapun itu

    @mamakmora

  4. Influencer sendiri menurut saya adalah bakat yang tidak dimiliki setiap orang. Untuk menjadi seorang Influencer tentunya dibutuhkan disiplin, komitmen, dan kerja keras. Hal ini sebanding dengan apa yang diraih, mau terjun menjadi seorang Influencer?

    @koh_zen

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close