Work

Ini Alasan Kenapa Millennial Bakal Kuasai Ekonomi Masa Depan

Banyak suara sumbang yang mengiringi langkah generasi millennial di Indonesia.  Generasi konsumtif yang dianggap hanya mahir berswafoto daripada mengelola keuangannya sendiri. Menganggap penting tampil seksi di media sosial, tapi menganggap remeh tabungan hari tua dan investasi keuangan. Generasi yang panik ketika jumlah follower-nya berkurang, tapi tak ambil pusing ketika terbelit hutang akibat aksi brutalnya menggunakan kartu kredit demi cashback.

Namun banyak orang lupa bahwa seiring perubahan zaman, dunia secara global juga berubah ke arah positif. Kita tak boleh menutup sebelah mata bahwa millennial-lah yang menjadi dalang iklan-iklan kreatif, meme jenaka hingga super nyinyir yang sering membuat kita senyum-senyum saat memandangi chat whatsapp group, dan semua kemudahan dalam genggaman telepon pintar saat ini.

Sebuah kolom di Detik.com bahkan menempatkan posisi krusial millennial dalam percaturan politik di indonesia.  Kosultan politik, Charta Politika, memprediksi suara millennial pada tahun politik ini di kisaran 47 hingga 50% suara pemilih. Tercatat terdapat 81,7% pengguna Facebook, 70,3% di Whatsapp, dan 54,7% di Instagram. Millennial menguasai internet dengan lebih dari 75%. Ini artinya, politik Indonesia bisa dibilang bergantung pada millennial.

CEO CT Corp, Chairul Tanjung seperti yang dirilis oleh CNBC Indonesia juga mengamini prospek cerah millennial di masa mendatang. Menurutnya, millennial akan menjadi kunci untuk menguasai teknologi dan mengambil kesempatan di pasar masa depan.


Mungkin Penting Buat Kamu:


Bank Indonesia dalam laporan itu juga mengkaji bahwa dunia saat ini sudah berubah dan berkembang tidak seperti masa sebelumnya. Internet telah mengubah banyak hal dan kebutuhan akan ekonomi digital cenderung melaju. Kontribusi aspek digital terhadap ekonomi terus meningkat dan menjadi bukti akan perkembangan era ekonomi digital di Indonesia.

Influencer dan pendiri Generate Capital inc, Jigar Shah malah memerikan ulasan menarik soal millennial di Amerika Serikat khususnya. Menurutnya, millennial saat ini telah mengalami perubahan dan tahun-tahun yang sulit semenjak peristiwa 9/11 dan masa resesi berat di 2008. Millennial di Amerika Serikat kini pelan-pelan bangkit kembali dari depresi berat di masa lalu.

Millennial global khususnya di Indonesia memang sudah seharusnya tak menggubris anggapan-anggapan miring soal sisi buruk mereka. Banyak yang lupa akan kelebihan yang dimiliki oleh millennial sehingga mereka dianggap layak menjadi penguasa ekonomi masa depan, seperti hal-hal berikut ini:

Era informasi maksimalkan pengetahuan

Generasi saat ini bisa dibilang paling jauh yang mampu mengakses informasi dibanding generasi sebelumnya. Lihat saja betapa mudahnya saat ini orang yang ingin tahu kabar mata uang rupiah yang sedang ditekan dolar hanya dengan sentuhan sederhana dengan jari di telepon pintar. Ingin tahu aplikasi tekfin apa saja yang paling menguntungkan dan sesuai kebutuhan, tinggal sentuh layar telepon pintar.

Apa pun yang ingin dipelajari bisa didapat sekejap mata di hadapan kita. Bayangkan generasi sebelumnya yang harus membuang waktu ke perpustakaan dan mencari buku-buku sebagai sumber informasi.

setiapsen.com/foto: Shutterstock

Menguasai digital

Generasi ini merupakan kalangan yang tak bisa dipisahkan dengan teknologi. Kecepatan mereka dalam menguasai teknologi tak bisa diremehkan. Masa depan akan semakin mesra dengan ruh digital dan aplikasinya. Kalangan yang masih mengidap power syndrome  kejayaan masa lalu hampir pasti akan terseok-seok ditelan arus digital sementara kalangan millennial akan semakin leluasa merebut pasar global.

Dunia milik mereka yang kreatif

Menurut kajian Marketerssaat ini di ASEAN sendiri jumlah generasi ini mencapai 34% dari total penduduk ASEAN. Salah satu ciri generasi ini yang membawa angin perubahan pada dunia bisnis adalah kreativitas yang unik. Meski tak mencapai separuh populasi ASEAN, namun saat ini saja sudah terasa begitu drastisnya perubahan dalam banyak segi di dunia bisnis berkat kontribusi kalangan millennial.

 

 

 

 

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close