Investasi

Kamu Bisa Memberikan Utang ke Negara

Ya, kamu tidak salah baca. Sebagai warga negara, kita bisa meminjamkan dana kita ke negara. Uang yang terkumpul dari pinjaman itu biasanya digunakan untuk membiayai pembangunan.

Jadi kamu dapat turut serta dalam membangun negeri. Keuntungan lainnya, pemberi pinjaman tentu mendapat imbal-hasil. Yaitu berupa bunga yang besarannya lebih tinggi dari bunga deposito.

Jangan berpikir nominal yang dipinjamkan ke negara harus berjumlah besar. Kita bisa meminjamkan dana ke negara dengan nominal mulai di bawah Rp10 juta saja.

Lalu, bagaimana cara meminjamkan uang ke negara? Mungkin kamu sering mendengar istilah SUN, ORI atau Sukuk. Nah, itu adalah beberapa instrumen untuk menjembatani rakyat dalam meminjamkan uang ke negara.

Memahami SUN

Surat Utang Negara. (Setiapsen.com)
Foto: Sindonews.com

SUN atau Surat Utang Negara merupakan bagian dari Surat Berharga Negara (SBN). Karena diterbitkan oleh negara, itu artinya SUN merupakan surat pengakuan pemerintah telah berutang pada investor. Pemerintah juga memberikan jaminan pembayaran bunga dan pokok dari SUN sesuai masa berlakunya.

SUN digunakan oleh pemerintah untuk membiayai kebutuhan anggaran, seperti untuk menutup defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

SUN dapat dimiliki investor melalui pasar perdana maupun pasar sekunder. Pasar Perdana adalah kegiatan penawaran dan penjualan SUN untuk pertama kali. Sedangkan Pasar Sekunder adalah kegiatan perdagangan SUN setelah dijual di Pasar Perdana.

Meski demikian, SUN tidak bisa dimiliki selamanya. Maksudnya, SUN memiliki masa berlaku sesuai yang ditentukan. Biasanya mulai dari tiga bulan hingga 30 tahun. Saat masa berlaku SUN habis (jatuh tempo), pemerintah akan mengembalikan dana pokok investor.

Simulasi Bunga

 

SBN_setiapsen_bareksa
Tangkapan layar situs bareksa.com

Bunga atau kupon merupakan imbalan yang diberikan kepada investor SUN. Kupon ini dihitung dalam persentase terhadap jumlah pokok utang dan waktu setahun. Pembayarannya bisa dilakukan secara tiga bulan sekali (secara diskonto).

Sebagai contoh kita lihat simulasi dari Bareksa berikut ini. Seorang investor membeli SUN seharga Rp100 juta dengan kupon 8 persen per tahun (per annum/p.a.). Maka dalam setahun dia akan mendapatkan bunga Rp8 juta. Karena pembayaran tiga bulan sekali atau diskonto, investor itu akan menerima bunga 3/12 X Rp16 juta = Rp2 juta setiap kali pembayaran kupon.

Pembayaran bunga secara diskonto dilakukan dengan pembayaran lebih murah pada saat pembelian daripada nilai yang dibeli. Contoh, investor membeli SUN senilai nominal Rp100 juta, dia hanya membayar Rp98 juta. Kemudian pada saat jatuh tempo investor itu tetap mendapatkan pokok Rp100 juta.

Apa itu ORI?

 

Definisi ORI. (Setiapsen.com/Kemenkeu.go.id)
Definisi ORI. (Setiapsen.com/Kemenkeu.go.id)

Sesuai Undang-Undang No. 24 Tahun 2002, SUN terdiri dari Surat Perbendaharaan Negara (SPN) dan Obligasi Negara (termasuk Obligasi Negara Retail/ORI).

ORI diterbitkan oleh Pemerintah Indonesia sejak Agustus 2006. Sama dengan SUN, pemerintah juga menjamin pembayaran ORI. Lantas apa beda dari kedua instrumen itu?

Bahasa mudahnya, SUN merupakan surat berharga negara dalam partai besar. Sementara ORI untuk partai kecil. Biasanya, untuk mendapatkan SUN minimal harus punya dana Rp5 miliar. Sedangkan minimal pembelian ORI hanya Rp5 juta.

Hal ini sesuai dengan tujuan penerbitan ORI, yakni memberikan kesempatan kepada individu untuk memiliki surat berharga yang diterbitkan pemerintah. Selain itu, ORI hanya dikhususkan untuk individu Warga Negara Indonesia (WNI) yang dibuktikan dengan melampirkan KTP pada saat pemesanan.

Pengertian SUKUK

 

Menteri Keuangan Sri Mulyani bersama Ketua MUI Ma'ruf Amin. (Foto: Facebook Sri Mulyani)
Menteri Keuangan Sri Mulyani bersama Ketua MUI Ma’ruf Amin. (Foto: Facebook Sri Mulyani)

Selain SUN, jenis surat berharga negara (SBN) yang lainnya adalah Surat Berharga Negara Syariah (SBSN). Biasa dikenal dengan sebutan Sukuk Negara. SBSN ini diterbitkan berdasarkan prinsip syariah, sebagai bukti atas bagian penyertaan terhadap aset SBSN. Sukuk terdiri dalam mata uang Rupiah maupun valuta asing.

Istilah sukuk berasal dari bentuk jamak dari bahasa Arab “sak” atau sertifikat. Secara singkat The Accounting and Auditing Organisation for Islamic Financial Institutions (AAOIFI) mendefinisikan sukuk sebagai sertifikat bernilai sama yang merupakan bukti kepemilikan yang tidak dibagikan atas suatu aset, hak manfaat, dan jasa-jasa atau kepemilikan atas proyek atau kegiatan investasi tertentu.

Karena memegang prinsip syariah, fatwa/opini syariah diperlukan dalam penerbitan Sukuk. Biasanya fatwa dikeluarkan oleh Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia. Fatwa syariah itu juga menjamin tidak ada bunga (riba) dalam Sukuk.

Namun, bukan berarti investor hanya meminjamkan uangnya secara cuma-cuma. Penerbit obligasi tetap memberikan imbalan kepada para pembeli obligasi. Imbalan yang diberikan dapat berupa pembagian hasil, margin pendapatan (fee), atau sewa.

Mungkin Penting Buat Kamu:

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close