Investasi

Kapan Harus Memulai Investasi? Hari Ini!

Jangan diasumsikan investasi hanya untuk mereka yang sudah berkelebihan uang. Bagi Anda yang sudah berpenghasilan, wajib hukumnya untuk melakukan investasi. Mau gaji kecil atau besar, harus ada yang disisihkan untuk investasi. Hal itu perlu dilakukan untuk mengantisipasi kebutuhan yang akan datang.

Ya, dengan berinvestasi, tujuan keuangan Anda akan lebih mudah terwujud. Misalnya untuk pendidikan, pernikahan, memiliki mobil baru atau properti, ataupun sekadar untuk jalan-jalan keliling dunia.

Yang lebih penting adalah dengan berinvestasi nilai uang kita akan terlindungi dari inflasi atau penurunan nilai. Dulu, dengan uang Rp 100 juta sudah bisa mendapatkan hunian tapak di perumahan berukuran 100 meter persegi.

Tapi sekarang, dengan uang Rp 100 juta itu akan sulit sekali mendapatkan rumah seluas itu. Harga rumah seluas 100 meter persegi, saat ini sudah mencapai lebih dari Rp 500 juta.

Ini membuktikan kalau nilai uang akan terus merosot. Jadi, jangan taruh semua uang Anda dalam tabungan konvensional, apalagi menyimpannya di bawah kasur! Nilainya akan tergerus inflasi. Akibatnya, tujuan keuangan Anda sulit tercapai.

Foto: Shutterstock
Masih Nabung konvensional?

Saat ini mungkin penghasilan Anda Rp 5 juta per bulan. Dari gaji itu coba sisihkan Rp 700.000. Itu artinya dalam setahun uang yang berhasil dikumpulkan Rp 8,4 juta.

Bila uang itu diinvestasikan pada produk investasi dengan keuntungan 6% per tahun, Anda akan mendapat keuntungan sekitar Rp 504.000. Nah, di tahun kelima uang yang bisa Anda dapat bisa mencapai Rp 10,92 juta. Lumayan bukan?

Coba bandingkan bila uang itu hanya mengendap di tabungan konvensional. Selain tergerus inflasi, bisa-bisa uang Anda berkurang lantaran terkena biaya admin.

Jadi, jangan tunda lagi untuk menyisihkan pendapatan Anda demi investasi mulai hari ini. Bahkan saat Anda membaca tulisan ini! Namun, Anda jangan buru-buru. Kiat-kiat investasi berikut ini akan membantu imbal-hasil yang nantinya Anda terima.

Ilustrasi jenis investasi/setiapsen_Foto: Shutterstock
Ilustrasi jenis investasi/Foto: Shutterstock
Jurus memulai investasi

Yang perlu dicatat sebelum memutuskan berinvestasi, Anda harus melihat tujuan investasi dan pendapatan Anda. Dengan mengukur dari dua hal itu baru Anda putuskan besaran nilai investasi dan jangka waktunya.

Bila sudah menentukan, pilih produk investasi yang sesuai. Jangan tergiur dengan tawaran return yang tinggi. Sebab, return yang tinggi pasti dibarengi dengan risk atau risiko yang tinggi pula.

Riset rekam jejak perusahaan

Bila mau investasi melalui produk-produk lembaga keuangan, pastikan lembaga keuangannya punya jejak rekam yang baik. Jejak rekam itu bisa dilihat dari pengalaman perusahaan, aset yang dikelola, tim pengelola, kinerja historis, dan keterbukaan informasi. Sekarang sudah banyak mengenai ulasan dan testimoni produk investasi di internet. Jangan malas untuk membacanya.

Yang pasti, pengalaman atau testimoni konsumen itu juga patut menjadi pertimbangan yang penting. Jangan tergiur dengan nama besar perusahaan, sebab hal itu bukan jaminan. Tak sedikit perusahaan besar yang tergelincir dalam berinvestasi.

Selain itu, jangan coba-coba berinvestasi pada produk keuangan yang ditawarkan oleh lembaga keuangan yang masih terdengar asing di pasaran. Apalagi menawarkan return yang tidak lazim. Jauh dari return yang ditawarkan pasar. Sebab, bisa jadi itu investasi bodong. Anda musti jeli melihat jejak rekam perusahaannya.

Paling tidak, lembaga keuangan itu sudah memiliki pengalaman dalam mengelola dana. Sehingga mereka sudah pernah menghadapi siklus keuangan di pasar modal, misalnya. Pastikan cek nama lembaga keuangan tersebut di website regulatornya. Misalnya, bila ingin berinvestasi reksadana yang longok saja jejak rekam Manager Investasi di website Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Ilustrasi tabungan dan investasi/setiapsen
Foto: Shutterstock

Konservatif

Setelah menemukan produk keuangan yang cocok dengan tujuan investasi dan profil risiko Anda. Apakah Anda konservatif, moderat, atau agresif? Konservatif adalah, tipe investor yang tidak mau dananya berkurang, investasi stabil. Biasanya memiliki tujuan investasi untuk jangka pendek. Tipikal ini biasanya dimiliki olek investor yang baru belajar investasi.

Moderat

Tipikal investor yang sudah memiliki pengalaman berinvestasi sehingga ketika investasi sedikit melorot dia akan memaklumi sebagai wujud risiko investasi. Bagi investor tipe ini, yang terpenting dana investasinya mudah cair karena keperluan mereka biasanya jangka menengah.

Agresif

Investor ini sudah memahami risiko berinvestasi karena sudah berpengalaman. Target investasi mereka adalah mencari pertumbuhan yang tinggi atas dana investasi mereka. Investor tipe ini sangat berani ambil risiko, sebab tujuan investasi mereka biasanya menengah-panjang.

Setelah memahami profil risiko Anda, tentukan jenis produk yang cocok. Dari jenis produk itu, lalu bandingkan satu perusahaan dengan perusahaan yang lain. Perbandingan produk itu juga didasarkan dari strategi perusahaan dalam mengambil langkah kebijakan pengelolaan portofolionya.

Pantau kinerja investasi

ilustrasi keuangan, saham, investasi/setiapsen.com
Foto: Shutterstock

Dalam perjalanannya, sekalipun sudah menyerahkan investasi pada lembaga keuangan, Anda tetap wajib melakukan monitoring setiap bulan. Perhatikan kinerjanya. Anda juga harus terus menggali informasi tentang peluang dan risiko yang berkaitan dengan kebijakan pemerintah dan kondisi ekonomi global saat ini yang mungkin akan berpengaruh pada investasi anda.

Jadi, bagaimana sudah mantap untuk berinvestasi? Asalkan dipersiapkan dan dipertimbangkan, investasi yang Anda tanam tak akan pernah sia-sia.

Tags

Related Articles

6 Comments

  1. Sebenarnya masih ragu untuk investasi karna bingung harus mulai dari mana dan yang paling utama modal investasimya belum cukup. Lagi ditabung dlu sambil cari informasi seputar investasi, dan artikel ini sangat bermafaat.

    IG & Twitter : ZhafiraNZ

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close