Work

Kenapa Millennial Enggan Berkantor?

Generasi millennial dikenal dengan sifatnya yang cenderung agresif, kreatif, serba simple, dan lekat dengan teknologi. Tak sedikit pula yang menjunjung sifat “pemberontak” demi mematahkan sendi-sendi yang kaku di birokrasi kantoran atau sekadar enggan berkutat dengan ritual 9 to 5 yang dianggap menjemukan.

Sifat agresif millennials sering dinilai suram oleh kebanyakan orang, terutama oleh generasi seniornya. Pemalas, cuma mau enaknya, nggak tahan banting, dan banyak maunya. Namun tidak sedikit fakta yang mengungkap keberhasilan millennials di ladang bisnis melalui perusahaan-perusahaan startup yang kini tumbuh subur.


Mungkin Penting Buat Kamu:


Jangan disamakan dengan Generation-X yang tumbuh dalam lingkup manual, tampilan super formal dan cita-cita seragam sedari kecil. Dalam merambah karir, Reportase dari Gallup menunjukkanย millennials cenderung pantang berdasi dan bersepatu mengkilap. Mengirim puluhan surat lamaran bukan lagi jadi rutinitas dan berkantor di gedung-gedung megah tak lagi menjadi goals. Punya boss yang kaya raya? Lupakan! Millennials dengan kreativitasnya yang menggelora cenderung lebih suka merintis bisnisnya sendiri. Kalau bisa menjadi CEO, kenapa harus susah payah hanya menjadi karyawan?

Generasi millennials melepas penat seusai kerja. (Setiapsen.com/Foto: Shutterstock)
(Setiapsen.com/Foto: Shutterstock)

Pantang mengikuti aturan 9 to 5, membuat millennials juga lebih suka mengatur jam kerjanya sendiri. Daripada sibuk menjalankan perintah atasan yang kaku, millennials lebih memilih lembur mengerjakan proyek dari klien.

Sifatnya yang cenderung tak ingin diatur juga membuat kaum iniย lebih suka membuat peraturan sendiri, seperti jam kerja dan pakaian yang harus dikenakan. Harus mengenakan dasi dan sepatu mengkilap saat meeting? Lupakan!

Sebuah laporan survey dari Intelligence Group pada 2014 menjelaskan bahwa 72 persen generasi milenial ingin menjadi boss dari perusahaannya sendiri. Survey ini menguatkan sifat mereka yang menginginkan kebebasan dalam membangun karir dan potensi mereka untuk memegang kendali bisnis di masa depan. 

Dibanding generasi sebelumnya, millennials tumbuh lekat dengan doktrin ‘be yourself‘ atau ‘follow your dreams‘ yang didukung dengan teknologi yang serba memudahkan. Dengan segudang talenta yang dimiliki, wajar bila generasi ini lebih suka menjadi individu yang merdeka daripada sekadar menjadi pengikut.


Mungkin Penting Buat Kamu:

Tags

Related Articles

13 Comments

  1. Benar Bangat, Anak Muda Millenial Cenderung Lebih malas untuk melakukan suatu kegiatan karena serba instantnya zaman sekarang. Mereka hanya fokus terhadap hasil, sehingga proses di lupakan secara perlahan… Namun, tidak banyak juga anak muda mellinial yang banyak memberikan perubahan Teknologi terbaru… Terkadang bingung untuk menggambarkannya, namun inilah generasi milenial .

    Ig / Tw = @rapiharahap

  2. It’s out of the box. Menurut saya generasi millenial lebih open minded dan memiliki cara tersendiri dalam menentukan masa depannya.

  3. Karena semua ada zamannya, jadi kita ga bisa memaksakan orang orang berada dizaman kita. Tinggal bagaimana kita menjalankan nya saja sesuai dengan bertanggungjawab dan sesuai dengan hak dan kewajiban.

    @mamakmora

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close