People

Mereka Kaya Raya tanpa Gelar Sarjana, Ini Rahasianya!

Tidak punya gelar sarjana bukanlah alasan untuk minder menciptakan kesuksesan dalam segala bidang, termasuk dalam bisnis. Sejarah mencatat banyak miliarder sukses membangun mahakarya tanpa satupun gelar sarjana.

Bill Gates dan Mark Zuckerberg tentu saja contoh yang mendunia. Sementara di Indonesia, beberapa di antaranya adalah Eka Tjipta Widjaja dan almarhum Bob Sadino. Yang kekinian, sang Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti.

Meski tak berpendidikan formal, mereka kurang lebih punya pedoman hidup yang kurang-lebih sama. Kuncinya adalah tekad untuk belajar dari pengalaman dan lihai melihat peluang bisnis dalam menempatkan investasi.

Berikut ini beberapa pebisnis Indonesia yang suksees membuat mahakarya dengan segala keterbatasan pendidikan.

Susi Pudjiastuti

Jauh sebelum menjadi menteri Susi Pudjiastuti menjajakan bedcover hingga akhirnya dia menemukan ‘lahannya’ pada jualan ikan. Modalnya cuma Rp750 ribu.

“Fokus berusaha dan jangan besar pasak daripada tiang,” kata Susi di acara d’Preneur with BRI. Sudah tahu kan ungkapan besar pasak daripada tiang?

Susi Pudjiastuti
sumber foto

Susi mengaku selalu melakukan inovasi dan kerja dengan totalitas. Meski begitu, bisnisnya tidak melulu sukses. Banyak kegagalan dia temui. “Tapi saya tak mau larut dalam kegagalan,” lanjutnya.

Soal urusan pengembangan usaha, Susi menyarankan harus ke bidang usaha yang sesuai. Setelah sukses dengan bisnis perikanan, Susi merambah ke bisnis pesawat kecil. Dari semula pesawat angkut ikan, dia kembangkan menjadi pesawat komersial di daerah pedalaman.

Bob Sadino

“Orang pintar belajar keras untuk melamar pekerjaan. Orang goblok itu berjuang keras untuk sukses agar bisa bayar pelamar kerja”

Begitulah mendiang Bob Sadino memotivasi diri agar tidak minder menciptakan mahakarya. Bob sadar dia tak memiliki ijazah yang mumpuni untuk melamar kerja. Makanya, dia bertekad menciptakan lapangan kerja.

Bob Sadino
sumber foto

Pemilik merek Kem itu memulai bisnis dari ternak ayam petelur. Modalnya, hasil jualan mobil dan pinjaman teman. Lalu, dia menjajakan sendiri telur-telur itu dari pintu ke pintu.

Tak sedikit teman dan kenalannya mencibir usaha Bob. Tapi tekadnya bulat. Uang hasil jualan itu pelan-pelan dia investasikan lagi. Hingga akhirnya dia mampu ‘beternak’ modern fresh market hingga properti.

Bob membuktikan bahwa terus melangkah dalam bisnis akan menemui kesuksesan ketimbang sibuk memikirkan omongan orang. Pemilik The Mention at Kemang tersebut menyatakan bahwa dirinya adalah orang goblok yang berani melakukan melangkah dan melakukan trobosan.

Eka Tjipta Widjaja

Pria yang masuk dalam daftar orang terkaya di Indonesia versi Majalah Forbes dengan kekayaan mencapai Rp 122 triliun itu tak sempat melanjutkan pendidikan jenjang menengah pertama.

Eka Tjipta Widjaja
sumber foto

Malah masa kecilnya dibilang cukup keras. Eka tidak sempat melanjutkan pendidikan karena harus membantu orangtuanya yang terjerat renternir.

Sejak remaja, pria bernama asli Oei Ek Tjhong ini telah menjual gula dan biskuit. Cara berjualan kecil-kecilan itu membuat dia mendapatkan pelajaran dari pengalaman.

Eka juga berpedoman jangan sampai besar pasak daripada tiang. Dia membli gula dan biskuit dari pedagang grosir. Dengan harga beli lebih murah, potensi untung pun bertambah.

Jatuh bangun sudah hal yang biasa baginya. Seiring waktu dia menempatkan uangnya ke sektor bisnis lain. Yang namanya investasi pasti ada untung-ruginya. Apalagi di zaman Eka masih minim pakar-pakar investasi. Beda dengan sekarang.

Bagi Eka, kegagalan justru sebuah pelecut untuk terus mengembangkan diri. Hingga pada tahun 1972, Eka merambah bisnis properti dan kimia bersama PT Duta Pertiwi. Perusahaan ini yang jadi cikal bakal pabrik kertas pertama Sinar Mas.

Andrie Wongso

Andrie Wongso
sumber foto

Percaya atau tidak kalau motivator kondang asal Malang cuma punya gelar akademis SDTT alias Sekolah Dasar Tidak Tamat. Maklum, perekonomian orangtua Andrie kala itu kurang beruntung.

Anak kedua dari tiga bersaudara akhirnya merantau ke Jakarta pada usia 22 tahun. Dia bekerja sebagai salesman sabun hingga pelayan toko.

Yang membedakan Andrie dengan karyawan lain adalah semangat belajarnya. Andrie terus mempelajari semua hal, termasuk dalam membaca peluang.

Pelajaran terbaik yang dia dapatkan adalah pentingnya memiliki jaringan. Untuk meraih itu, dia memacu diri untuk menjadi pribadi yang menyenangkan agar bisa diterima semua kalangan. Buktinya, dia pernah mencicipi industri film.

Andrie juga sering menuangkan kata-kata mutiara dalam buku hariannya. Kata mutiara untuk motivasi diri itu justru menginspirasi teman kosnya.

Sadar kata-kata mutiaranya ‘laku’, Andri mendirikan bisnis kartu ucapan dengan kata mutiara merek Harvest. Lambat laun Andrie pun mendirikan lembaga AW Training dan AW Publishing yang mengantarkannya sebagai motivator bertarif puluhan juta per jam.

Tags

Related Articles

9 Comments

  1. Sangat menginspirasi. Pendidikan bukan jaminan seseorang bisa meraih kesuksesan. Tekad dari dalam diri sendirilah yang menentukan kesuksesan kita. Satu lagi, kalau gagal, coba lagi dan coba lagi hingga kita meraihnya 🙂
    Ig: @nafatafaan

  2. Kadang hal ini membuat beberapa orang berpikir untuk tidak terlalu mementingkan pendidikan, namun sayangnya “mereka” bukanlah orang-orang hebat ini. Jika memiliki keahlian seperti para tokoh diatas mungkin pendidikan bukan faktor utama keberhasilan, namun kalau tidak punya faktor penunjang modal keberhasilan, tentu saja pendidikan menjadi harga utama untuk jalan menuju keberhasilan.

    IG & Twitter : ZhafiraNZ

  3. Yang mengenyam pendidikan formal hingga jenjang perguruan tinggi ayooo jangan mau kalah dengan mereka. Karena yang menentukan keberhasilan adalah kerja keras dan kejujuran

  4. Artikel yang keren, sangat menginspirasi. Kesuksesan memang tidak didasari pada berapa jumlah uang dan tingginya pendidikan seseorang. Tetapi sukses adalah milik mereka yamg tekun, mau terus berusaha, tidak mudah menyerah. Pandai melihat peluang, pandai menganalisa kemampuan diri, pandai bersosialisasi, tidak malu melakukan pekerjaan yang terlihat remeh temeh, akan menghantarkan pada gerbang kesuksesan. Salut pada mereka semua di artikel.. link IG @princessmerry_ok >>> https://www.instagram.com/princessmerry_ok/
    Twitter : @princessmy82

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close