Investasi

Millennial: Tak Penting Beli Rumah. Benarkah?

National Chamber Foundation di Amerika Serikat pada 2013 memberikan pendapatnya perihal millennial. Menurutnya, millennial adalah kaum yang terjebak dalam kontradiksi. Di satu sisi mereka punya passion tinggi dalam mengejar impian, di sisi lain mereka kerap ‘gagal fokus’. Di satu sisi mereka sangat berambisi untuk berbuat sesuatu yang besar, di sisi lain mereka tak pernah betah dan enggan dengan proses.

Ironi ini yang kemudian juga mempengaruhi pandangan millennial untuk urusan properti.  Bila dulu punya rumah idaman adalah impian semua orang, millennial justru sebaliknya. Banyak yang bilang bahwa millennial lebih mementingkan gaya hidup daripada memikirkan properti untuk hidup menetap. Bertualang dianggap lebih memperkaya diri ketimbang ngurus rumah. Akibatnya, persepsi bahwa millennial enggan memikirkan untuk punya rumah semakin menguat.

Tapi hasil survey yang dilakukan rumah.com pada 2018 berkata lain dengan menunjukkan data bahwa 63 persen millennial ternyata berencana beli rumah dalam waktu enam bulan ke depan. 44 persen responden yang berusia 21 hingga 29 tahun bahkan optimis bisa beli rumah.


Mungkin Penting Buat Kamu:


Namun tampaknya mimpi millennial untuk bisa beli rumah idaman memang harus berhadapan dengan beberapa kendala. Masalah utama datang dari besarnya uang muka. Survey dari Bank of West yang dilansir oleh CNBC Indonesia menyebutkan bahwa 68 persen millennial mengaku menyesal beli rumah karena beban uang muka yang berat sehingga mereka harus merogoh kocek tabungan hari tua. Fakta ini tentunya sudah menciutkan nyali sebelum memutuskan untuk beli rumah.

Sedangkan masalah berikutnya adalah tingginya biaya yang dikeluarkan setelah membeli rumah. Selain biaya listrik, air, pajak dan telepon, jangan lupa masih ada biaya perbaikan rumah dan kebutuhan perabotan serta perlengkapan yang justru bisa jadi sangat besar. 

Wakil Ketua Umum KADIN Bidang Properti, Hendro Gondokusumo justru optimis bahwa millennial masih punya mimpi beli rumah idaman. Seperti yang dilansir situs rumah.com, Hendro menegaskan bahwa tahun ini adalah saat terbaik untuk beli rumah karena selain pertumbuhan ekonomi di atas lima persen, infrastruktur juga sudah membaik. 

Lalu, apa saja yang harus diperhatikan millennials agar membeli rumah idaman bisa berlangsung dengan lancar?

Kamu pasti mampu!

Kebanyakan orang yang mengatakan ‘tak mampu’ hanyalah persepsi individu belaka. Gaya hidup penuh kebebasan dalam mengejar impian sering malah menjebak ke dalam ketidakteraturan pengaturan keuangan. Buang jauh-jauh pemikiran “rumah terlalu mahal, mendingan jalan-jalan”. Bukankah setiap orang butuh tempat untuk menetap?

Menabung bukanlah mitos!

Terdengar kuno! Namun menabung adalah fakta yang memang harus diperhitungkan karena tak sedikit manfaatnya. Banyak orang yang harus kehilangan kehormatan di usia tuanya hanya karena pengaturan keuangan yang morat-marit dan menyepelekan menabung. Menabunglah dengan konsisten sejak dini, tentukan kisaran besar dana yang harus ditabung dan buatlah rekening khusus yang terpisah dari rekening harian. Ini cara ampuh agar dana tak terganggu oleh keinginan belanja macam-macam.


Mungkin Penting Buat Kamu:


Investasi? Siapa takut!

Mulailah berpikir untuk berinvestasi. Misalnya dalam bentuk deposito, emas, reksadana atau menanamkan modal dalam usaha keluarga, Ini adalah salah satu cara untuk mendapatkan dana tambahan di masa depan dengan perhitungan yang matang.

Masih bisa traveling dan hangout

Bukan rahasia lagi kalau salah satu ketakutan terbesar millennial saat ini adalah tidak bisa traveling. Namun dengan perencanaan matang dan menabung dari awal, punya rumah idaman dan masih bisa eksis dengan foto-foto traveling di media sosial bukanlah hal tak mungkin.


Mungkin Penting Buat Kamu:

Tags

Related Articles

4 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close