Investasi

Pensiun Dini, Apa yang Harus Disiapkan?

Kata ‘pensiun’ sering diidentikkan dengan orang tua, sepuh, berusia lanjut dan tak produktif lagi. Namun semua itu keliru, apa lagi dalam kondisi masa kini. Pensiun dini kini menjadi salah satu fenomena yang hangat diperbincangkan, terutama oleh generasi millennial yang terkenal tak pernah betah dengan rutinitas terutama dalam jangka waktu yang lama. Itu sebabnya perbincangan soal pensiun dini sering menjadi lebih hangat daripada diskusi soal apa yang harus dilakukan setelah pensiun.

Tapi, mungkinkah pensiun dini dilakukan banyak orang? Lalu bagaimana dengan kehidupan setelah pensiun? Dari mana sumber penghasilan yang didapat setelah memasuki masa pensiun?

J.P. Livingstone, seorang karyawan di Amerika Serikat, seperti yang dikutip oleh CNBC Indonesia, sukses melakukan pensiun dini di usia 28 tahun. Karyawati yang berkarir di perusahaan investasi di New York ini dalam tujuh tahun kiprahnya di kantor berhasil mengumpulkan uang sebanyak USD 2,25 juta atau setara sekitar Rp 30,7 miliar.

Rahsia kesuksesannya tentu saja karena serangkaian investasi yang dilakukannya sejak dini. “Awalnya saya tak percaya pada pensiun dini dan kemandirian finansial di suia dini. Tapi kini saya bisa pensiun dini tanpa kekurangan uang”, aku Livingstone melalui kanal CNBC Make It .

Pensiun dini alias ‘Pendi’ pada dasaranya dilakukan karyawan sebelum memasuki usia 55 tahun. Alasannya pun macam-macam, mulai dari kebijakan perusahaan hingga keinginan pribadi. Apa pun alasannya, pesiun dini harus disiapkan secara matang dan rinci. Jangan sampai kamu meyesal nantinya karena tak memiliki penghasilan rutin lagi seperti biasanya.

Prita H. Ghozie, pengamat keuangan dari Zap Finance seperti dikutip Kontan menegaskan bahwa sebetulnya tidak ada patokan usia ideal untuk melakukan pensiun dini. Selama anggaran untuk kebutuhan hidup bisa terpenuhi, patokan usia ideal menjadi tidak relevan lagi. Namun berdasarkan pengamatannya, rata-rata orang melakukan pensiun dini pada usia 45 tahun.


Mungkin Penting Buat Kamu:


Lalu apa saja sebenarnya yang harus disiapkan dan diketahui sebelum mengambil keputusan untuk pensiun dini?

Target usia

Akan lebih mudah kalau kamu merancang di usia berapa kira-kira ingin pensiun dini. Karena dengan begitu kamu jadi tahu kira-kira berapa dana yang harus kumpulkan dan dalam jangka waktu berapa lama.

Hitung biaya hidup

Berapa sih kira-kira biaya hidup yang bakal kamu butuhkan setelah pensiun nanti? Jangan lupa untuk memasukkan perkiraan nilai inflasi pada hitunganmu untuk lebih akurat memprediksi biaya hidup.

Foto ilustrasi. (Shutterstock)

Lunasi utang

Faktor ini menjadi krusial karena dengan beban utang yang masih harus kamu tanggung, jelas tidak mungkin untuk bisa menikmati pensiun dini. Jangankan pensiun dini, pensiun dalam usia normal saja sangat ditegaskan untuk tidak memiliki hutang.

Mandiri secara finansial

Untuk menunjang kekuatan finansial, pastikan kamu juga punya tabungan atau investasi yang sesuai dengan pemasukan gaji. Menurut laporan dari Warta Ekonomi menyatakan bahwa rata-rata karyawan membutuhkan penghasilan sebesar 12 kali lipat dari gaji mereka untuk pensiun. 

Menabung lebih banyak

Bila kamu sudah punya tabungan dan membiasakan diri menabung, usahakan untuk menabung lebih banyak lagi. Kalau biasanya cuma 20 persen dari penghasilan, kamu bisa naikkan menjadi paling tidak 50 persen. Prinsip menabung 20 persen pertama kali diperkenalkan oleh investor Joseph M. Juran. Sarannya adalah 20 persen penghasilan itu untuk ditabung dan 80 persen untuk dibelanjakan. Dari 80 persen tersebut, 50 persen digunakan untuk memenuhi kebutuhan dan 30 persennya untuk membeli yang kita inginkan. Nah kalau kami memang bermimpi untuk pensiun dini, sepertinya kamu harus merumuskan ulang konsep menabung kamu.

Rencana matang jangka panjang

Perlu kamu pikirkan apa yang akan kamu lakukan setelah pensiun nanti, Bila kamu ada rencana untuk menekuni bisnis pribadi, misalnya, kamu bisa mulai sedikit-sedikit dari sekarang.

 

 

 

 

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close