Investasi

Pentingnya DPLK agar Masa Depan Lebih Kaya

Kebanyakan dari kita lebih asyik bekerja untuk sekadar mencukupi kebutuhan hidup di masa kini. Hingga tanpa disadari umur bertambah tua. Dan, kita bersaing dengan mereka yang lebih muda hanya untuk agar bisa memenuhi kebutuhan pokok.

Betapa menyedihkannya hidup, bila harus bekerja keras saat usia senja. Sejatinya, pemerintah telah menyiapkan instrumen agar warganya bahagia saat usianya tak produktif lagi. Instrumen itu adalah program Jaminan Hari Tua (JHT) melalui BPJS Ketenagakerjaan.

Sayangnya, JHT hanya untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia. JHT tidak bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan lain.(Baca juga: Millennial: Muda Banyak Gaya, Tua Kaya Raya)

Siapkan Dana Pensiun

Ada baiknya mempersiapkan kehidupan masa depan sejak hari ini melalui program Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) yang dikeluarkan oleh bank maupun perusahaan asuransi. Manfaat DPLK lebih dari sekadar memenuhi kebutuhan pokok semata.

Ringkasnya, karakter DPLK ini mirip dengan reksa dana. Dana kelolaan akan dialokasikan ke beberapa instrumen seperti pasar uang, saham, dan obligasi. Bedanya, reksa dana bisa dicairkan kapan saja sedangkan pencairan DPLK disesuaikan dengan kesepakatan.

Rencana pensiun. (Setiapsen.com/Foto: Shutterstock)
Rencana pensiun. (Setiapsen.com/Foto: Shutterstock)

Bagaimana cara mendapatkan produknya?

Ada dua cara untuk memiliki dana pensiun. Pertama, secara mandiri melalui bank atau perusahaan asuransi. Kita cukup mendatangi perusahaan penerbit DPLK dan memenuhi semua persyaratan.

Yang kedua adalah Dana Pensiun Pemberi Kerja. Sayangnya, tidak semua perusahaan memiliki program ini. Beruntunglah kita kalau perusahaan tempat kerja kita punya produk ini. Kalau tidak ada, sebaiknya kita komunikasikan masalah ini kepada perusahaan.

Jenis DPLK

Menurut catatan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hingga Oktober 2018 terdapat 25 perusahaan penerbit DPLK dan 1 DPLK syariah. Untuk lebih lengkapnya kamu bisa melihat direktorinya di sini.

Masing-masing perusahaan penerbit DPLK memiliki produk yang bisa dipilih nasabah sesuai dengan karakter risiko masing-masing produk. Nah, berikut ini kita berikan contoh produk DPLK dari bank-bank besar Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

DPLK BRI
Foto udara gedung Bank Rakyat Indonesia. (Setiapsen.com/Foto: bri.co.id)
Foto udara gedung Bank Rakyat Indonesia. (Setiapsen.com/Foto: bri.co.id)

Produk ini diterbitkan oleh PT Bank Rakyat Indonesia Tbk dengan nama Investasi Rencana Pensiun. Ada dua program yang ditawarkan yaitu Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP) bagi peserta individu maupun korporasi dan Program Pensiun untuk Kompensasi Pesangon (PPUKP) bagi peserta korporasi.

Untuk menjadi peserta program ini sangatlah mudah. Bagi peserta individu, minimal peserta berusia 17 tahun atau sudah menikah. Harus berpenghasilan dan melakukan pembayaran minimal Rp 100.000. Lampirkan fotokopi KTP dan buku tabungan BRI atas nama peserta.

Paket investasi

Calon peserta bisa menentukan pilihan paket investasi sesuai kemampuan dan keinginan masing-masing. Berikut pilihan investasi yang ditawarkan oleh DPLK BRI.

  • DPLK BRI Pasar Uang : Portofolio investasinya berupa deposit dan SBI. Investasi ini risikonya rendah.
  • DPLK BRI Pendapatan Tetap : Portofolionya berupa obligasi pemerintah dan BUMN dengan risiko sedang
  • DPLK BRI Saham : Portofolionya dalam bentuk reksadana saham dengan risiko tinggi.
  • DPLK BRI Kombinasi : Portofolio investasinya merupakan kombinasi 2 atau 3 pilihan investasi konvensional dengan risiko sedang-tinggi.
  • DPLK BRI Pasar Uang Syariah : Portofolionya dalam deposito syariah dengan risiko rendah.
  • DPLK BRI Berimbang Syariah : Portofolionya dalam bentuk deposito syariah, obligasi syariah, reksadana saham syariah dengan risiko sedang tinggi.

Pilihan investasi bisa berubah satu kali dalam setahun. Kamu juga bisa melakukan penarikan iuran sebagian dua kali dalam setahun. Manfaat pensiun dapat dibayarkan secara bulanan kepada peserta janda/duda, serta anak sekurang-kurangnya berusia 21 tahun. Kamu bisa mengajukan pensiun dipercepat, lho.

Bank Mandiri
dplk bank mandiri_setiapsen
Tangkapan layar situs dplk.bankmandiri.co.id.(Setiapsen.com)

Produk ini dikeluarkan oleh PT Bank Mandiri Tbk (Tbk). Bank Mandiri juga menawarkan program yang pensiun seperti BRI yaitu PPIP dan PPUKP. Persyaratan untuk peserta individupun sama. Setoran pun sama yaitu minimal Rp 100.000. Bagi yang ingin diambil dari persentase gaji per bulan juga bisa.

Untuk penarikan iuran sebagian juga boleh dilakukan dua kali dalam satu tahun. Setiap penarikan maksimal 50% dari akumulasi iuran sendiri. Jarak waktu penarikan pertama dengan kedua harus enam bulan. Peserta boleh memiliki lebih dari satu rekening DPLK.

Yang berbeda dari DPLK BRI, DPLK Mandiri mengizinkan pesertanya untuk melakukan perubahan pilihan investasi, maksimum dua kali setahun.

Yang ditawarkan Mandiri DPLK:
  • Pasar Uang : 100% investasinya dimasukkan dalam instrumen pasar uang berupa tabungan pada bank, deposito berjangka, SBI, SBN, dalam jangka waktu lebih dari satu tahun dan reksadana berorientasi pasar uang.
  • Pendapatan Tetap : Komposisi berupa pendapatan tetap 80% dan pasar uang 20%.
  • Syariah Pasar Uang : Komposisinya syariah pasar uang 100%
  • Syariah Pendapatan Tetap: Komposisi syariah pendapatan tetap 80% dan pasar uang syariah 20%
  • Saham Pasar Uang : Komposisi berupa saham 80% dan pasar uang 20%
  • Saham Pedaptan tetap : Komposisi dalam saham 80% dan pendapatan tetap 20%
  • Kombinasi 1 : Komposisinya pasar uang 40%, pendapatan tetap 40%, dan saham 20%
  • Kombinasi 2 : Komposisnya pasar uang 40%, pendapatan tetap 30%, dan saham 30%
BNI Simponi
BNI Simponi_setiapsen
Tangkapan layar situs bni.co.id. (Setiapsen.com)

Produk dana pensiun ini dikelola oleh PT Bank Negara Indonesia (BNI). Syarat dan ketentuannya sama dengan dana pensiun yang ditawarkan Bank BRI maupun Bank Mandiri. Hanya saja, di BNI, iurannya bisa lebih rendah yaitu minimum Rp 50.000.

Kamu bisa pilih paket investasi Simponi BNI:
  • Simponi Likuid : 100% Deposito dan/atau Pasar Uang
  • Simponi Likuid Plus : 75% Deposito dan/atau Pasar Uang & 25% Obligasi
  • Simponi Likuid Syariah : 100% Deposito Syariah, Pasar Uang Syariah dan/atau Obligasi Syariah
  • Simponi Moderat : 50% Deposito dan/atau Pasar Uang & 50% Obligasi
  • Simponi Berimbang : 50% Deposito dan/atau Pasar Uang & 50% Reksadana dan/atau Saham
  • Simponi Berimbang Syariah : 50% Deposito Syariah, Pasar Uang Syariah dan/atau Obligasi Syariah & 50% Reksadana syariah
  • Simponi Progresif : 50% Obligasi & 50% Reksadana dan/atau Saham

Mungkin penting buatmu:

Tags

Related Articles

5 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close