Investasi

Resep Mengatur Keuangan buat Keluarga Millennials

Menikah bukan sekadar menyatukan dua cinta. Tapi juga menyatukan dua kepala yang memiliki adat kebiasaan masing-masing. Dari cara mengatur kamar hingga mengatur keuangan, semua harus dikompromikan.

Khusus untuk urusan keuangan, agaknya pasangan muda harus lebih serius mempersiapkan. Sangat disarankan untuk pasangan muda yang baru menikah melakukan perencanaan keuangan.

Udahlah, mengalir saja. Ribet pakai perencanaan segala.” Mungkin kamu sempat berpikiran seperti itu. Namun ketahuilah, hal yang direncanakan saja bisa meleset apalagi yang tidak?

Perencanaan keuangan itu layaknya GPS yang akan menuntun kita pada tujuan keuangan. Antara lain membeli rumah, membeli kendaraan, biaya melahirkan, biaya pendidikan anak, biaya kesehatan, hingga dana untuk hari tua atau pensiun kelak. Semua itu harus direncanakan, supaya bila pada waktu harus mengeluarkan biaya kamu tidak perlu kelimpungan lagi mencari dananya.

Foto: Shutterstock

Komunikasi

Kunci utama dalam perencanaan keuangan ini adalah komunikasi antar pasangan. Pastikan kamu dan pasangan menyepakati perencanaan keuangan yang dibuat. Jangan sampai ada salah satu pasangan yang merasa terbebani dengan kesepakatan itu.

Bila dua-duanya sepakat, kita dan pasangan akan mudah menjaga komitmen. Masing-masing akan sekuat tenaga untuk tidak membelanjakan uang pada barang-barang yang bukan prioritas. Awalnya memang susah. Tapi lama kelamaan akan menjadi kebiasaan.

Istri = Menteri Keuangan(?)

Bila kamu dan pasanganmu sama-sama bekerja, bikin alokasi anggaran. Oiya, dalam pengelolaan dana ini ada cara yang biasa dilakukan. Gaji suami sepenuhnya diserahkan istri sehingga istri berfungsi sebagai menteri keuangan. Atau gaji dikelola masing-masing dengan pengalokasian penggunaan sesuai kesepakatan.

Gaji istri untuk memenuhi apa saja dan gaji suami untuk keperluan apa saja. Mungkin gaji istri untuk keperluan perputaran kebutuhan sehari-hari. Misalnya bayar listrik, air, makan, dan lain-lain. Sementara gaji suami untuk membayar aneka cicilan dan investasi.

Ya, sekecil apapun penghasil kamu dan pasangan, selalu sisihkan untuk investasi. Sebaiknya mulai cicil kebutuhan yang akan datang dari sekarang. Banyak produk keuangan yang bisa kalian pilih. Misalnya deposito atau reksadana.

Sehingga kelak di usia pensiun, kamu tak perlu susah payah bekerja lagi. Investasi yang bersifat rutin ini besaran nilainya disesuaikan dengan anggaran keuangan yang lain. Selain dana pensiun, dana pendidikan anak dan dana kesehatan juga perlu dianggarkan.

Showroom diler mobil. (Setiapsen.com/Foto: Shutterstock)

Beli mobil?

Hidup selalu butuh prioritas. Termasuk dalam hal memiliki kendaraan. Misalnya saat ini belum memiliki mobil, ukur dahulu seberapa penting mobil untuk kalian.

Kendaraan kalau tidak digunakan untuk kebutuhan produktif hanya akan menjadi beban keuangan. Beban yang dimaksud adalah beban pajak setiap tahun, beban biaya perawatan, dan beban biaya asuransi. Bila memang belum diperlukan, pembelian mobil bisa ditunda dulu.

Catat pengeluaran

Dengan perencanaan keuangan, kamu bisa mengendalikan keuangan rumah tangga Anda secara tepat untuk kepentingan bersama. Supaya ada kebutuhan-kebutuhan prioritas yang tidak terlewatkan. Untuk itu catatlah semua keperluan Anda. Ini masalah kebiasaan. Kalau kamu terbiasa merencanakan pengeluaran sekecil apapun tentu akan menjadi kebiasanya yang membuat keuanganmu terukur.

Bila sejak awal dalam berumah tangga sudah terbiasa dengan sistem keuangan yang berantakan, ya, ke depannya akan makin buruk. Uang bisa tahu-tahu habis. Ketika ada keperluan mendadak tidak memiliki uang cadangan atau tabungan. Alhasil harus mencari utangan atau gesek kartu kredit. Bila tak bisa membayar rutin, cicilan utang pun membelit.

Bonus untuk Investasi

Nah, apabila masing-masing mendapatkan bonus. Sebaiknya disepakati penggunaannya. Apabila gaji selama ini sudah cukup untuk memenuhi keperluan sehari-hari, sebaiknya uang bonus dimasukkan dalam keranjang investasi.

Nantinya uang itu bisa dipergunakan untuk tujuan keuangan seperti jalan-jalan, tambahan untuk biaya pendidikan, biaya kesehatan, atau untuk keperluan pensiun.

Kredit pemiilikan rumah (KPR), home loan/Setiapsen.com/Foto: Shutterstock

Dana Cadangan dari Sampingan

Penghasilan sampingan bisa kamu dapatkan dari hobi yang kamu senangi. Maksudnya, kalau kamu bekerja di bidang yang tidak kamu senangi, sampingan ini bisa jadi ajang relaksasi yang mengasilkan pundi-pundi.

Hasil dari usaha sampingan ini sebaiknya tidak digunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok. Lagi-lagi, investasikan. Bila sudah terkumpul hasilnya, bisa untuk menambal cicilan. Misalnya untuk menutup cicilan rumah. Atau kalau pendapatan dari usaha ini kecil, bisa dimasukkan dalam keranjang dana cadangan.

Dana cadangan ini biasanya dimanfaatkan untuk keperluan menjenguk orang sakit, biaya berobat, atau kondangan. Dana cadangan itu bisa juga dimanfaatkan untuk pembelian barang bila perabot atau elektronik di rumah tiba-tiba ada yang rusak.

Asuransi

Sekalipun saat ini kamu sudah mendapatkan asuransi dari kantor, tetap harus punya dana kesehatan pribadi. Hal ini untuk mengantisipasi bila ada tindakan-tindakan kesehatan yang tidak ter-cover asuransi. Sehingga kamu harus merogoh kocek sendiri.

Pun demikian dengan dana pendidikan anak. Sekalipun anak masih di dalam kandungan, sudah dipikirkan dan dianggarkan dana pendidikannya. Jangan diremehkan, lho. Biaya sekolah makin hari makin mahal. Kalau persiapan dananya sudah mendekati usia sekolah anak, bisa jadi akan membebani keuangan keluarga. Jadi bila dipersiapkan sedini mungkin, nantinya biaya pendidikan menjadi ringan ditanggung.

Mungkin Penting Buat Kamu:

Tags

Related Articles

8 Comments

  1. Menurut saya, sebelum menikah pun, sseorang perempuan harus sudah belajar cara mengatur keuangan dengan baik, seperti yang dikatakan pada artikel, harus disisikan, investasi, dan menggunakan catatan pengeluaran.
    Jika saat sendiri sudah memiliki perencanaan keuangan dengan baik, maka saat menikah bukan hal yang sulit untuk mengatur keuangan keluarga.

    IG & Twitter : ZhafiraNZ

  2. Makanya kita sebagai seorang istri harus pintar-pintar mengatur keuangan keluarga.
    Ada tidaknya tabungan tergantung niat buat mengumpulkan dana nya.
    Kalau aku dengan suami ku yg hanya tukang ojek online dengan penghasilan minimum. Sudah sangat bersyukur karena masih diberi REZEKI sama Allah.🙏😇

  3. Memang benar prencanaan keuangan itu pnting stelah mnikah karena akan bnyak kbutuhan dibandingkan masih sndiri, ,,dsini peran seorang istri adalah sbgai manager suami smua yg handle maslh keuangan rumah bahkan urusan anak, yg terpenting dsni adalah mngrus keuangan istri harus pintar” agar smua bisa terpenuhi dg baik. Maka sbnarnya tugas istri itu lbih berat ktimbang suami dia yg mikirin pmbayaran ini urusan bayaran sekolah anak bayar air listrik dll.
    https://www.instagram.com/mutiaraehan/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close