Save

Selain DP, Biaya-biaya Ini Jarang Diketahui Pemohon KPR

Tidak cukup cuma uang muka saja. Untuk mendapatkan rumah dengan fasilitas berupa Kredit Pemilikan Rumah alias KPR, ada syarat-syarat lain yang perlu kamu siapkan. Seringkali aneka persyaratan itu juga membutuhkan biaya.

Selain uang DP atau downpayment, pemohon KPR juga diwajibkan untuk membayar biaya provisi, notaris, dan lain-lain. Nah, biar lebih jelas, berikut ini hitung-hitungan perkiraan biaya KPR.

Kredit pemiilikan rumah (KPR), home loan/Setiapsen.com/Foto: Shutterstock
Pasangan muda tengah merencanakan kepemilikan rumah. Setiapsen.com/Foto: Shutterstock

Uang Muka
Dulu, uang muka yang disyaratkan oleh regulator perbankan adalah 15%. Namun sejak Juni 2018 lalu ada relaksasi dari pembuat kebijakan bahwa besaran uang muka diserahkan pada pihak bank. Biasanya, bank mensyaratkan uang muka 10% dari harga rumah.

Misalnya harga rumahnya Rp 500 juta, maka uang muka yang dibayarkan sebesar Rp 50 juta. Dengan demikian, plafon kredit yang diberikan oleh bank kepada nasabah adalah Rp 450 juta.

Bila uang muka kamu mini sudah tentu cicilan yang harus kamu bayarkan besar. Begitu juga sebaliknya. Buat menentukan uang muka dan cicilan ini, longok pendapatan bulanan kamu ya. Biar sinkron dan tidak menyesakkan kebutuhan keuangan kamu yang lain.

Berikut gambaran cicilan bulanan yang harus kamu bayarkan. Misalnya asumsi bunga 10% setahun dengan tenor KPR selama 15 tahun. Maka begini hitungannya:

Total bunga = pokok kredit x bunga per tahun x tenor (tahun)
                       = Rp 450 juta x 10% x 15 tahun
                       = Rp 675 juta
Bunga per bulan = total bunga/tenor (bulan)
                                = Rp 675 juta / 180 bulan
                                = Rp 3,750.000
Cicilan per bulan = (pokok kredit + total bunga)/ tenor (bulan)
                                 = (Rp 450 juta + Rp 675 juta) / 180 bulan
                                 = Rp 6.250.000

Biaya Notaris
Notaris dalam proses KPR diperlukan karena berfungsi sebagai pihak yang mengurus Akta Jual Beli (AJB). Selain itu juga untuk mengurus dokumen perjanjian KPR dan dokumen legal lainnya.

Biaya notaris itu tidak sama antara satu kota dengan kota lainnya. Penentu biaya notaris antara lain dilihat dari jumlah plafon kredit dan lokasi. Biaya notaris untuk proses KPR ini biasanya mulai Rp 250.000.

Biaya provisi bank
Besaran biaya provisi ini hampir sama antara satu bank dengan bank lainnya. Jumlahnya 1% dari total plafon kredit. Jadi kalau plafon kreditnya Rp 450 juta, provisi yang dibayarkan sebesar Rp 4,5 juta.

Premi asuransi kebakaran
Perlindungan asuransi kebakaraan ini wajib hukumnya. Hal ini untuk meminimalkan kerugian oleh bank. Bila rumah yang masih menjadi jaminan bank tersebut mengalami kerusakkan akibat kebakaran, bisa diklaim pada perusahaan asuransi. Jadi bank tidak rugi akibat jaminannya mengalami kerusakan. Perlindungan asuransi kebakaran ini hanya berlaku selama tiga bulan.

Premi asuransi jiwa
Premi asuransi jiwa ini juga wajib. Sebab untuk mengantisipasi gagal bayar akibat nasabah meninggal dunia dalam jangka waktu kredit. Dengan program ini, bila debitur meninggal, kredit dianggap lunas. Pihak asuransilah yang akan melunasinya pada pihak bank.

Proses jual beli rumah melalui skema KPR/Setiapsen.com/Foto: Shutterstock
Proses jual beli rumah melalui skema KPR/Setiapsen.com/Foto: Shutterstock

Biaya BPHTB
Ini merupakan pajak pembelian yang dikenakan pada pembeli. Komponennya adalah Nilai Jual Objek Pajak Tidak Kena Pajak alias NJOPTKP. Nilai NJOPTKP antara satu wiayah dengan wilayah lainnya berbeda-beda. Dan bisa berubah sewaktu-waktu seiring dengan kebijakan pemerintah.

Biaya APHT
Akta Pemberian Hak Tanggungan (APHT) ini untuk mengantisipasi bila nasabah mengalami kredit macet. Akta ini dijadikan semacam jaminan bahwa nasabah akan melunasi pinjaman pada Bank. Bila nasabah abai akan kreditnya maka bank berhak menyita rumahnya.

Biaya Administrasi
Besarannya ditentukan oleh pihak bank. Biasanya bank menggratiskan biaya ini sebagai ajang promosi.

Biaya appraisal/ penilai
Biaya untuk mengecek validasi dokumen pengajuan kredit.

Foto: Shutterstock
Foto: Shutterstock

Biaya proses KPR
Setiap bank memiliki kebijakan masing-masing dalam pengenaan biaya proses KPR ini. Biaya yang dikenakan biasanya 5% sampai 6% dari total plafon kredit. Sama seperti biaya adminitrasi, komponen biaya proses KPR juga sering digratiskan oleh pihak bank sebagai ajang promosi.

Angsuran pertama
Dalam komponen biaya KPR ada unsur angsuran pertama yang harus dibayarkan. Bila asumsi plafon kredit Kamu Rp 450 juta dengan bunga 10% setahun dan jangka waktu 15 tahun maka cicilan yang harus dibayarkan Rp 6.250.000
Demikian gambaran biaya yang harus kamu siapkan. Jadi jangan anggap biaya yang dikeluarkan di awal KPR hanya uang muka saja, ya. Nah, sebaiknya mulai berhitung mengukur kocek dari sekarang biar hunian bisa terbeli.

Tags

Related Articles

4 Comments

  1. Kadang ini yang ngebuat millenial jauh dari harapan bisa punya rumah. Sekalinya ada KPR murah tentu saja dengan lokasi yang jauh dari Ibu Kota.. So.. semoga next ada program khusus millenial dengan sistem KPR yang midah dan ringan.

    IG & Twitter : ZhafiraNZ

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close