Work

Susah Dapat Promosi? Jangan-jangan Kamu Tipe Pekerja Jenis Ini

Merasa sudah lama bekerja, tapi karir masih begitu-begitu saja? Tawaran promosi tak pernah menghampiri. Sementara, kolega setingkat atau di bawah sudah lebih dulu melesat.

Kamu lantas membuat kesimpulan bahwa perusahaan tidak adil. Bahwa atasan tidak jernih melihat ‘pengorbanan’ karyawan. Hei, coba bangun! Ambil cermin, lihat dirimu sendiri. Cari tahu kenapa kamu berada di posisi itu selama bertahun-tahun?

Menanti promosi kerja, karir, (Setiapsen.com/Foto: Shutterstock)
Foto ilustrasi. (Setiapsen.com/Foto: Shutterstock)

Sebab tak pernah dapat promosi

Nyatanya, banyak pekerja mengalami hal ini. Bahkan seorang mantan CEO Walmart.com, Carter Cast, pernah mengalami. Carter, yang kini menjadi profesor bisnis dari Northwestern’s Kellog Scholl of Management, tak pernah mendapat promosi saat dia menjadi manajer pemasaran di PepsiCo’s Frito Lay.

Dia menuliskan pengalamannya di Linkedin.com. Carter mengatakan, bahwa selama peninjauan kinerja, seorang atasan telah mengatakan kepadanya. Bahwa dia dianggap tidak dapat promosi karena tidak kooperatif, resisten dan tidak dapat diatur.

Dia diberi waktu dua minggu untuk mempertimbangkan apakah dia benar-benar masih ingin tetap bekerja. Carter akhirnya memutuskan kembali ke perusahaan untuk menebus diri dan juga menghindari tanda hitam di resume-nya. Dia bergabung dengan tim lain di bawah bos baru.

“Saya perlu memahami keadaan yang memicu perilaku buruk saya dan mengembangkan metode praktis untuk mengatur diri sendiri lebih baik dan mengekang kecenderungan saya untuk melakukan pembangkangan,” tulisnya.

Dia pun melakukan penelitian. Tujuannya, untuk menemukan apa yang benar-benar menghambat kemajuan karier orang-orang berbakat. Dan, mengapa beberapa karier terhenti, sementara yang lain berkembang.

Dia menemukan lima karakter kenapa orang berbakat sudah mendapat promosi.

Captain Fantastic

Politik kantor. (Setiapsen.com/Foto: Shutterstock)
Ilustrasi. (Setiapsen.com/Foto: Shutterstock)

Tipe ini sudah mendapat promosi. Karena mereka menderita masalah interpersonal akibat ego yang tak terkendali. Karakter ini juga memiliki keterampilan mendengarkan yang menyedihkan.

Akibat dari itu semua, Kapten Fantastis punya hubungan kerja yang buruk dengan rekan kerja. Bahkan hubungan jelek dengan orang-orang di atas mereka. Padahal, atasan adalah orang yang akan memberi rekomendasi sebuah promosi.

The Solo Flier

Tekanan kerja, stres, kerja berat, (Setiapsen.com/Foto: Shutterstock)
Ilustrasi. (Setiapsen.com/Foto: Shutterstock)

Tipe ini sebenarnya punya kontribusi besar terhadap tim. Solo Flier bisa memberikan inisiatif untuk kemajuan tim.

Namun, ketika Solo Flier mendapat promosi di posisi manajerial mereka kerap gagal. Mereka tampak kesulitan untuk membangun dan memimpin tim.

Tipe ini lebih mengambil perhatian pada urusan remeh-temeh. Atau, mereka mencoba melakukan semua pekerjaan seorang sendiri. Akibatnya, tim mereka menjadi tidak puas dan akhirnya terjadi kudeta.

Version 1.0

Bingung, putus asa, stres, kurang wawasan, belajar, promosi. (Setiapsen.com/Foto: Shutterstock)
Ilustrasi. (Setiapsen.com/Foto: Shutterstock)

Orang-orang ini, nyaman dalam rutinitas mereka. Sangat skeptis terhadap perubahan. Mereka menolak untuk mempelajari keterampilan baru yang akan membantu mereka beradaptasi dengan lingkungan bisnis yang berubah dengan cepat.

Mereka mungkin menyebut diri mereka “tradisionalis”. Tetapi, dalam kenyataannya mereka terlalu berhati-hati dan jarang penasaran. Kedua karakteristik itu menghambat kemajuan karir mereka.

The One-Trick Pony

Foto ilustrasi. (Shutterstock)

Para pekerja ini sangat percaya pada spesialisasi. Tipe ini terlalu bergantung pada keahliannya terus menerus. Tanpa menyadari bahwa sebenarnya mereka hanya menjadi satu dimensi saja.

Tipe ini percaya secara mendalam bahwa kita hidup di zaman spesialisasi. Alih-alih mengarah ke kemajuan, karier mereka sebenarnya sekarang terbatas karena kesempitan mereka. Mereka dipandang sebagai tidak strategis dan oleh karena itu, tidak dapat dipromosikan.

Whirling Dervish

Rapat, marah, stress, kantor, promosi, karir, ruang kerja. (Setiapsen.com/Foto: Shutterstock)
Foto ilustrasi. (Setiapsen.com/Foto: Shutterstock)

Carter mengumpamakan kalau pekerja jenis ini sering terlihat modar-mandir di kantor seperti kebakaran jenggot. Dia juga sering terlambat ikut rapat. Lalu, bergumam pada diri sendiri tentang beban kerja.

Kelompok ini tidak memiliki keterampilan perencanaan dan organisasi. Dikenal terlalu banyak mengambil pekerjaan namun hanya sedikit yang diselesaikan.

Wajar kalau bos dan rekan kerja mereka menilai tidak dapat mengandalkan tipe ini. Malah mulai dari rekan kerja hingga manajemen, mencoba untuk tidak bekerja sama dengan pekerja jenis ini.

Mungkin Penting Buat Kamu:

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close