Investasi

Ternyata, ke Sini Larinya Duit Para Miliarder

Hidup mewah memang terlihat menggiurkan. Mengendarai mobil mahal, mengenakan pakaian rancangan desainer papan atas, hingga menenteng tas seharga jutaan rupiah yang diproduksi terbatas. Menjadi miliarder memang masih menjadi mimpi banyak orang. Namun tahukan kamu bahwa sebenarnya para miliarder dunia justru tidak mengalokasikan sebagian besar dananya untuk belanja? Lalu ke mana mereka mengalirkan dananya?

Menurut laporan Business Insider, kebanyakan dana para jet set ini justru digunakan untuk investasi yang bersifat privat, keamanan dan pendidikan. Laporan lain dari Business Insider menyoroti kecenderungan orang kaya di Amerika Serikat yang suka berinvestasi properti khusus yang tak terdeteksi Google Map atau membangun Panic Room, yaitu ruangan rahasia yang digunakan bila terjadi kondisi darurat yang mengancam kelangsungan hidup.


Mungkin Penting Buat Kamu:


Derek Sall, seorang blogger personal finance dan analis keuangan menjelaskan di CNBC bahwa sebetulnya yang dimaksud sebagai orang kaya raya bukanlah dari berapa banyak kamu mampu menghasilkan uang dalam sebulan, namun seberapa banyak kamu mampu menabung.

Menurut Sall, siapa saja bisa memiliki mobil BMW seharga 40.000 dolar, tinggal di rumah mewah seharga 500.000 dolar, tapi kalau kamu punya hutang sebesar 600.000 dolar, itu artinya kamu nggak lebih kaya dari anak berusia tujuh tahun.

setiapsen.com/foto: Shutterstock

Dalam reportase yang diturunkan The New York times tentang ke mana orang-orang kaya mengalirkan duitnya, bisa dipelajari bagaimana sosok sekelas Kevin Systrom, pendiri Instagram, menyimpan kekayaannya dalam bentuk investasi saham sebesar 40 persen di Instagram dan 88 persen di Facebook. Belum selesai, Systrom masih memiliki saham senilai 600.000 dolar di Walmart.

Peggy Cherng, miliarder pemilik jaringan Panda Restaurant Group di Amerika Serikat hanya menikmati 19 persen  kekayaan pribadinya dalam bentuk tunai, sementara ia menginvestasikan 77 persen hartanya untuk perusahaannya. Peggy juga menguasai 60 persen saham Golden Eagle Retail Group, sebuah perusahaan pengembang real estate.

Selain mengalirkan uang ke investasi saham, investasi yang lain ternyata juga menjadi tren. Pada 2015, Vogue menurunkan laporannya bahwa investasi di ranah kesehatan dan kebugaran adalah indikator dari simbol status seseorang. Bisa dibilang bahwa investasi inilah yang menentukan status sosial seseorang, bukan mobil mewah dan pakaian bermerek yang dikenakan.

Pada dasarnya, di Amerika Serikat sendiri pola memamerkan kekayaan bukan lagi menjadi tanda kekayaan seseorang. US Consumer Expenditur Survey pernah merilis hasil surveinya yang menjabarkan bahwa hanya 1 persen responden yang masih membelanjakan uangnya hanya untuk bersenang-senang sejak 2007. Sisanya lebih banyak yang menginvestasikan untuk pendidikan dan kesehatan.

Harus diakui,  di era modern ini perubahan gaya hidup telah membawa banyak orang pada kesadaran baru, yaitu berinvestasi demi masa depan yang lebih baik. Layaknya traveling dan nge-gym, investasi sekarang mulai menunjukkan tajinya sebagai gaya hidup. Tidak sedikit acara-acara publik penghadirkan perbicangan seputar investasi, jenis-jenisnya dan tips menjalaninya.

Kalau kamu ingin lebih mendalami banyak hal seputar investasi, kamu bisa juga menyimak ulasan-ulasan kami seputar investasi di sini

Investor terkenal, Warren Buffet membagikan kiatnya bagaimana ia menjadi salah satu orang terkaya di dunia dengan berinvestasi. Buffet tidak gegabah menanamkan modalnya di sembarang investasi. Ia hanya fokus pada hal yang sudah terbukti menjadi kebutuhan utama, seperti makanan dan minuman. Itu sebabnya ia berinvestasi di Kraft-Heinz dan Coca Cola.  Buffet tak pernah tergoda pada investasi yang diprediksi bakal booming padahal belum punya konsumen yang jelas. Ia hanya berpikir bahwa kebutuhan pokok tak pernah turun apa lagi hilang.

Orang-orang kaya telah memberikan contoh positifnya dalam mengelola uang. Daripada menghamburkan uang untuk hal yang tak jelas, investasi adalah jalan terbaik untuk membuat mereka jadi semakin kaya.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close