Save

Traveling Cashless? Siapa Takut!

Sebagai travel blogger,Farchan Noor Rahman yang juga akrab disapa ‘efenerr’ sesuai nama blognyacukup sering mencoba beberapa cara unik dalam traveling, termasuk jalan-jalan dengan cara cashless alias tanpa uang tunai. Banyak yang menganggap bahwa mengurus bekal duit sebelum traveling ke luar negeri itu merepotkan. Harus bawa uang tunai berapa, apakah harus mengantongi dolar, dan berapa jumlah yang dibutuhkan. 

Dipicu teknologi finansial yang makin subur dan gaya traveling yang ingin serba simple, fenomena traveling cashless mulai menjadi pilihan.

Survei dari Visa Global Travel Intentions pada 2017 yang dirilis oleh Kumparan menegaskan bahwa 81 persen turis Indonesia menggunakan kartu debit atau kartu kredit pada saat reservasi sebelum pergi traveling. Angka ini terbilang paling tinggi bila dibandingkan dengan turis global lainnya. 

Data menarik lainnya disajikan oleh The State Journal-Register pada 2018. Dalam reportase bertajuk ‘Why world travelers are going cashless‘ tersebut ditegaskan bahwa sebanyak 87 persen turis di Amerika Serikat terpaksa menyimpan sisa mata uang asing mereka setelah mereka selesai berlibur di luar negeri. Jadi, sudah menjadi kebiasaan untuk kalap berbelanja di hari terakhir traveling ke luar negeri demi menghabiskan mata uang setempat agar tak rugi. Nah buat kamu yang konsisten traveling, terutama ke luar negeri, pernah nggak mengalami hal seperti ini? 

Traveling cashless dengan kartu Jenius. Foto: @efenerr

Bukan cuma soal transaksi, hasil survei Visa Global Travel Intentions lainnya yang dirilis The Jakarta Post menyebutkan budaya cashless para traveler ini dipicu oleh tren online dalam mencari informasi liburan. 91 persen mengandalkan internet saat merencanakan liburan, 82 persen melakukan reservasi secara online, dan 82 persen menggunakan akses online selama bepergian ke luar negeri.


Mungkin Penting Buat Kamu:


Kami berbincang dengan Farchan Noor Rahman, blogger yang juga berkarir di Direktorat Jenderal Pajak ini seputar perjalanan cashless-nya ke beberapa negara bersama Jenius

Seberapa penting sih traveliing menggunakan cara cashless?

Sampai saat ini buat saya cashless itu sangat penting dari segi keamanan. Membawa uang tunai resikonya sangat besar dan ada limitasinya, uang yang kita bawa jumlahnya terbatas. Dengan cara cashless, orang bisa mengatasi masalah limitasi tersebut. Misalnya, kartu debit tidak dibatasi limit maksimal saldo, begitu pun dengan kartu kredit yang tak membatasi limit transaksinya. Nah, daripada repot bawa uang tunai, lebih baik pakai kartu.

Apa saja yang harus disiapkan untuk bisa traveling cashless?

Provider atau lembaga keuangan yang mampu menyediakan transaksi lintas batas. Ini harus berhati-hati karena ada beberapa yang mengklaim bisa namun setelah dicoba ternyata tidak bisa digunakan untuk transaksi lintas batas.

Berkendara di Ipoh, Malaysia. Foto: @efenerr

Dengan cara cashless seperti ini sudah traveling ke mana saja?

Saya sudah pernah coba ke Turki, Thailand, Singapura, Malaysia dan Jepang.

Apa saja keuntungan yang bisa kita nikmati di negara tujuan dengan cara cashless ini?

Yang jelas, tidak perlu ribet bawa uang tunai. Jika kurang uang tinggal cari ATM, kalau transaksi gagal tinggal gesek kartu saja. Yang paling penting, nilai kursnya lebih sesuai dibanding kalau kita mengandalkan tukar uang di tempat.

Apakah cara cashless ini sudah optimal untuk traveling di Indonesia?

Belum, karena iklim cashless di Indonesia masih belum merata, terutama untuk kawasan di Indonesia Timur. Tapi kalau di kota-kota besar sih sudah bisa untuk cashless.

Setelah ini apakah akan menggunakan cara cashless lagi untuk traveling ke luar negeri?

Sepertinya akan cenderung menggunakan cashless karena lebih nyaman.

 

 

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close