Work

Untung Rugi Freelancer dan Kerja Kantoran. Pilih Mana?

Dunia kerja mengalami perubahan drastis. Bila dulu bisnis co-working masih terbilang malu-malu, kini sudah cukup menjanjikan. Bila dulu banyak yang terpana dengan fasilitas di kantor Google, kini hampir semua startup memiliki konsep serupa. Bila dulu harus rela menghabiskan waktu di jalan hanya untuk bolak-balik ke kantor, kini kerja remote atau freelance bisa jadi solusi.

Teknologi juga berperan penting dalam mengubah budaya kerja. Cukup klik satu tombol, kini siapa pun bisa melakukan internal meeting dari mana pun dan kapan pun. Penghasilan tak harus bergantung pada slip gaji, namun bisa dari mana saja.

Tahukah kamu bahwa menurut Social Media Week , pada 2020, 50 persen millennial di Amerika Serikat diprediksi akan hijrah ke ranah freelance. Sementara Forbes merilis data bahwa 60 persen millennial tercatat undur diri dari kantor dalam rentang waktu tiga tahun ini. 

Munculnya para freelancer adalah salah satu indikator bahwa selain teknologi, kesempatan ekonomi juga terbuka lebih luas. Tak sedikit anak muda yang kini tak lagi mengejar status karyawan, namun memilih bekerja mandiri sebagai freelancer. Meski tak sedikit juga yang masih memilih kantor sebagai wadah mencari nafkah.

Lalu, apa sih keuntungan bekerja sebagai freelancer?

Generasi millennials melepas penat seusai kerja. (Setiapsen.com/Foto: Shutterstock)
(Setiapsen.com/Foto: Shutterstock)

Bisa bekerja sekaligus di beberapa perusahaan

Karena  freelancer tak harus masuk kantor dan mengikuti jam kantor, maka kamu bisa mengambil beberapa job sekaligus sesuai dengan kemampuan kamu. Tak harus mengandalkan pendapatan dari satu perusahaan saja.

Bebas atur waktu

Kalauorang kantoran harus berangkat pagi-pagi buta dan berdesak-desakan di kendaraan umum tiap hari, kamu bisa santai di rumah sambil bangun lebih siang. Mengatur waktu bekerja pun bisa disesuaikan dan tak harus mengikuti ritual 9 to 5 yang mengikat

Mungkin Penting Buat Kamu:

Kesempatan dapat uang lebih banyak

Karena bisa mengambil beberapa job sekaligus, maka kesempatan kamu untuk dapat penghasilan lebih besar juga terbuka lebar. Jenis pekerjaan freelancer pun memungkinkan kamu juga melakukan negosiasi harga sesuai dengan tawaran dan kebutuhan kamu yang sering kali jumlahnya lebih besar dari gaji karyawan kantor. Makin cepat selesaikan proyek, makin cepat dibayar dan bisa gajian kapan saja.

Namun bekerja freelancejuga memiliki kekurangan. Apa saja?

Waktu tak teratur

Karena bekerja dengan bebas dan memiliki peluang untuk menerima job lebih dari satu, maka pekerjaanmu akan terbentur resiko waktu yang tak beraturan. Bisa saja kamu harus menyelesaikan tugas hingga lewat tengah malam atau di hari Minggu yang seharusnya kamu bisa berlibur bersama keluarga.

Tak ada jaminan

Karena status kamu bukan sebagai karyawan tetap, maka kamupun tak memiliki fasilitas jaminan layaknya karyawan kantoran lainnya. BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan tentu saja tidak bisa kamu dapatkan kecualikamu mengurusnya sendiri sebagai rekening pribadi.

Resiko tertipu

Job yangditawarkan untuk freelancer biasanya tersedia di internet dan ditawarkan oleh atas nama pribadi meski banyak yang mewakili sebuah perusahaan. Namun berbeda dengan proses rekrut karyawan,tawaran pekerjaan freelancer biasanya lebih bersifat non-formal dan tak mencantumkan nama perusahaan. Jadi tak jarang para pemberi kerja tak menepati perjanjian yang sudah disepakati.

Lalu, apakah bekerja di kantor berarti menutup peluang mendapat penghasilan besar atau tak nyaman karena harus mengikuti jam kerja? Apa saja keuntungannya?

setiapsen.com/foto: Shutterstock

Rencana menabung

Karena mendapat gaji dengan teratur dan jumlah yang pasti,kamu jadi lebih mudah untuk merencanakan keuangan. Bila kamu ada rencana untuk beli rumah atau kendaraan, dengan jumlah dana yang ada dan penghasilan yang akan kamu terima, kamu jadi mudah memperkirakan kapan sebaiknya membeli kebutuhan tersebut.

Lebih mudah berurusan dengan bank

Kalau kamu berencana untuk segera membeli rumah, kamu bisaterbantu dengan lebih mudah mengurus transaksi di bank, terlebih bila kamu mengajukan KPR (Kredit Kepemilikan Rumah). Pasalnya pihak bank atau kreditor akan lebih yakin untuk menyetujui KPR-mu dengan data pekerjaan yang kamu miliki.

Mungkin Penting Buat Kamu:

Terlindungi asuransi

Bukan berarti pekerja lepas tak bisa terlindungi asuransi, namun bagi karyawan kantor, gaji yang ditawarkan biasanya merupakan satu paketdengan benefit yang juga ditawarkan. Selain gaji bulanan, kamu akan mendapatkan BPJS Kesehatan atau asuransi kesehatan swasta (tergantung kebijakan perusahaan) dan BPJS Ketenagakerjaan untuk tabungan hari tua. Itu juga belum termasuk tunjangan lainnya seperti transport, pulsa dan lain-lain sesuai kebijakan kantor.

Bekerja kantoran pun memiliki kekurangan dan keterbatasan dibanding para pekerja lepas. Dia antaranya adalah:

Terjebak rutinitas

Keharusan mengikuti jam kantor memang bisa menjebak kamu dalam rutinitas yang begitu-begitu saja setiap hari. Bila tak diantisipasi dengan baik, bisa jadi kamu akan cepat bosan dengan pekerjaanmu.

Pendapatan terbatas

Berbeda dengan pekerja lepas yang bebas mengambil proyek dengan harga tinggi, pekerja kantor harus menerima gaji tetap setiap bulannya. Itu sebabnya kesempatan untuk mendapatkan penghasilan lebih kadang tidak bisa didapatkan sebagai karyawan.

Tak ada waktu lagi

Harus mentaati jam kantor sering memicu pekerja menjadi hampir tak punya waktu luang lagi untuk berkreasi di luar kantor. Otomatis kesempatan untuk cari uang tambahan kadang sulit dilakukan dan ini berarti kamu harus mengandalkan gaji bulanan yang sudah pasti saja.

Nah, kalau kamu sudah mempertimbangkan semuanya, sekarang kamu bisa memantapkan keputusan untuk bekerja sebagai pekerja lepas atau berkarir di kantor.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close