Companies

[INTERVIEW] Ventura OCBC Tak Bidik Rintisan yang Cuma Jorjoran Promosi

Pola masyarakat dalam mengakses produk perbankan telah berubah ke arah digital. Makin terjangkaunya harga smartphone, dominasi populasi millennials serta peningkatan pendidikan dasar turut mempercepat perubahan industri perbankan. Kelak, produk digital banking adalah sebuah syarat dasar, bukan sekadar gagah-gagahan.

Tantangan makin menarik tatkala perusahaan teknologi finansial (tekfin) mulai bermunculan. Tekfin dianggap lebih cepat dalam mengadopsi teknologi baru dan lebih baik dalam penyajian layanan konsumen.

Temuan DBS Group Research dalam survei Banks 2018 menyebut di masa depan tekfin akan tersedia di banyak lokasi dan memotong akses langsung bank kepada nasabah. Pemain perbankan di Indonesia pun tidak tinggal diam. Bank telah mempersiapkan produk digital mulai dari yang mendasar seperti dari internet banking, artificial intelligence (AI) chatbot, hingga perdagangan keuangan blockchain.

Bahkan beberapa pemain memberanikan diri untuk membuka divisi ventura. Institusi ini diproyeksikan untuk mengarungi samudra industri digital. Salah satunya, Bank OCBC NISP yang membentuk sebuah divisi bernama New Digital Ventures.

Tim OCBC NISP New Digital Venture. (Setiapsen.com/Dok OCBC)
Tim OCBC NISP. (Setiapsen.com/Dok OCBC)

New Digital Ventures OCBC NISP ini akan berkolaborasi dan bersinergi dengan perusahaan rintisan (startup). Tujuannya, untuk mendukung upaya Bank OCBC NISP menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari nasabah.

Head of New Digital Ventures Bank OCBC NISP Altona Widjaja mengatakan pihaknya punya kriteria tersendiri untuk memutuskan jenis usaha rintisan calon mitra. Pada tahap awal, ada lima sektor indsutri yang akan dijajaki.

Berikut ini penuturan Altona dalam sebuah obrolan ringan bersama Setiapsen.com.

Benarkah pasar perbankan tergerus pemain teknologi finansial (tekfin) sehingga banyak bank masuk ke startup?

Kalau dilihat dari sejarahnya, kehadiran bank karena adanya perdagangan. Zaman dulu ketika alat pembayaran dari mulai kerang, koin, hingga kertas. Secara fokus bisnis dan perdagangan akan selalu ada perkembangan.

Misalnya, ada yang namanya wealth management untuk personal atau lahirnya investment banking untuk corporate. Ini artinya bank cukup adaptif terhadap semua peluang dan tantangan yang ada.

Terkait imbas dari tekfin, pasti ada. Dalam industri ini ada istilah fast money dan slow money yang berkaitan dengan ketepercayaan (trusted).

Di fast money, sifat trust-nya tidak terlalu krusial. Contohnya, sekadar untuk jajan, ongkos transportasi dan sejenisnya. Ini bisa dilakukan oleh platform tekfin dan masyarakat bisa percaya untuk menggunakannya.

Kalau slow money perlu trust yang tinggi. Karena ini sifatnya jangka panjang. Misalnya, kredit kepemilikan rumah, kredit mobil dan transaksi jangka panjang lainnya. Orang pasti membutuhkan perusahaan yang sudah established lama, berpengalaman dan teregulasi. Apa itu, ya, perbankan.

Itu alasan kehadiran New Digital Ventures?

Kita (bank) tidak boleh duduk diam. Apakah karena sudah punya trust, kita enggak usah ngapa-ngapain. Ini salah. Meskipun untuk bergerak tidak selincah startup, bank tetap harus selalu adaptif.

Apalagi tren bisnis sekarang adalah saling berbagi. Bank juga demikian. Kita tidak bisa berdiri sendiri. Jadi, kami menggandeng startup. Karena mereka memiliki pengalaman, misalnya, dalam hal data mining untuk menggali kebiasaan pengguna.

Kolaborasi dan sinergi dengan startup diharapkan dapat mendukung upaya Bank OCBC NISP menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari nasabah.

Ranah mana saja yang akan dimainkan?

Tahap awal, lima bidang. Yaitu tekfin, kesehatan, pendidikan, properti, dan SME enablement. Bidang-bidang itu sangat berkaitan dengan kehidupan sehari-hari nasabah. Tentunya, itu sebagai langkah awal bagi kami.

Bukankah lima bidang itu reccuring-nya tidak menarik? Kenapa memilih itu?

Kami sengaja menyasar niche market. Aplikasi tekfin, kesehatan, pendidikan, properti itu mungkin tidak digunakan setiap hari. Kami lebih ingin menekankan pada sisi engagement-nya. Karena matriks kami bukan hanya user acquisition. Fokus kami untuk banyak membantu nasabah maupun partner kami.

Lebih penting user yang berkualitas?

Kami tidak mau hanya bergantung dengan jor-joran promosi cuma untuk mendatangkan users. Nanti kalau promo sudah habis, users-nya juga ikut habis. Mereka cari promo di produk lainnya. Sekarang, loyalitas hampir tidak ada di dunia ini.

Bukannya valuasi startup paling mudah dari jumlah user?

Kalau dilihat saat ini iya. Kebanyakan investor hanya melihat jumlah user. Semakin banyak users, uang pasti mengucur. Hal itu tidak salah. Tapi, kami lebih menekankan steady state. Karena kami fokus untuk membantu memudahkan nasabah.

Lalu, “pisau” apa yang digunakan New Digital Ventures untuk memvaluasi perusahaan rintisan? Alasannya?

Ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan kita, yakni:

  1. Fokus di wilayah-wilayah dimana mitra-mitra strategis dan nasabah Bank OCBC NISP sudah berada.
  2. Bergerak di bidang properti, business enablement, education, health and fintech
  3. Memiliki produk yang sudah diluncurkan ke publik dan ada minimum validation, memiliki tim yang punya pengalaman relevan dibidangnya dan memiliki model bisnis yang masuk akal.
Bagaimana pendapat Anda soal “perang” akuisisi pengguna para perusahaan rintisan teknologi di Indonesia?

Bagi saya, kompetisi itu penting dan harus ada. Agar, para pemain terus melakukan perbaikan dan memutar otaknya dalam berinovasi untuk memberikan pelayanan terbaik guna dapat memenuhi kebutuhan nasabah yang terus berkembang di Indonesia.

Karena saya yakin, kita semua (seluruh pemain yang ada) baik pemain perusahaan rintisan teknologi baru atau incumbent memiliki tujuan yang sama yakni memenuhi kebutuhan dan aspirasi nasabah.

Apa saja plus-minus baik jangka pendek maupun panjang?

Untuk jangka pendek, berbagai cara yang dilakukan oleh sejumlah perusahaan rintisan teknologi akan memberikan pelajaran berharga dan input bagi kita semua termasuk institusi yang sudah beroperasi jauh lebih lama. Hal tersebut dapat dijadikan lesson learnt dan membantu kita untuk menentukan stretagi selanjutnya.

Dalam jangka panjang, perusahaan rintisan yang mampu merespon kebutuhan dengan solusi-solusi yang relevan bagi nasabah akan menjadi raksasa bisnis baru yang sukses seperti Facebook atau Amazon. Ini juga berlaku untuk perusahaan incumbent juga. Siapa yang bisa memahami kebutuhan nasabah dan menghadirkan solusi yang relevan dialah yang akan bertahan.

Di Bank OCBC NISP, kami memahami bahwa nasabah mencari kemudahan dalam bertransaksi dengan layanan berbasis teknologi karena dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja.

Nah untuk menjawabnya, kita meluncurkan aplikasi OneMobile yang memungkinkan nasabah untuk melakukan mayoritas transaksi yang sebelumnya dilakukan di kantor cabang. Bahkan, kita sudah bisa memenuhi kebutuhan wealth management dengan lebih simple, mudah dan nyaman bagi nasabah kita sekarang membuka Time Deposit dan reksadana secara online.

Startup seperti apa yang akan dibidik untuk disuntik atau diinkubasi?

Kita memang menggunakan dua skema, partnership dan inkubasi. Dalam hal ini kita akan melihat sektor mana saja yang cocok dengan bank. Jangan sampai karakter bisnis yang dijalankan terlalu jauh dengan bank.

Untuk menilai startup kami menyebutnya dengan smart experimentation. Contoh mudahnya, kita akan melihat bagaimana sebuah startup bisa mengatasi sebuah masalah.

Biasanya, ide bisnis startup yang bagus itu berdasarkan pengalaman pribadi pendirinya. Misalnya, dia mengalami suatu masalah hingga akhirnya mengeksekusi sebuah solusi pemecahan masalah.

Dari lima ranah industri yang ingin dibidik, adakah yang sudah siap direalisasikan?

Saat ini, kita sedang fokus di industri properti dan business enablement. Hasil awal baru akan kita dapatkan pada pertengahan tahun depan (2019).

Apa target New Digital Venture ke depan?

Pada tahap awal, kami akan masuk di lima sektor tadi. Tentu dalam perkembangannya akan terus kami evaluasi. Saya tidak bisa mengatakan banyak soal divisi ini karena kami baru saja terbentuk pada September tahun ini. (san)

 

Mungkin Penting Buatmu:

 

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close